AdvertorialKesehatanKominfo

‎Stigma Masih Tinggi, Dinkes Kutim Pastikan Privasi Pasien HIV/AIDS Terlindungi

‎KUTAI TIMUR, Netizens.id – Meski upaya penanggulangan HIV/AIDS terus dilakukan, stigma sosial terhadap penderita HIV masih menjadi persoalan utama di masyarakat. Hal ini diakui oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno, yang menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas pasien.

‎Menurut Sumarno, banyak penderita yang ragu untuk memeriksakan diri karena takut dikucilkan atau diketahui keluarganya.

‎“Kami sangat menjunjung tinggi privasi pasien. Data mereka dilindungi secara hukum dan tidak boleh disebarkan, bahkan kepada orang tua sekalipun tanpa izin,” tegasnya, Sabtu (08/11/2025).

‎Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus, remaja yang terdeteksi HIV memilih untuk tidak melapor ke orang tua karena khawatir dimarahi atau dikucilkan.
‎“Yang penting mereka mau berobat dan rutin minum obat. Itu sudah langkah besar bagi kami,” ujarnya.

‎Sumarno menjelaskan bahwa pasien yang patuh minum obat antiretroviral (ARV) secara rutin dapat hidup sehat seperti masyarakat umum.
‎“Banyak pasien HIV yang sekarang menjadi penyuluh dan membantu orang lain untuk tidak takut memeriksakan diri,” katanya.

‎Untuk mengatasi stigma, Dinkes Kutim melibatkan komunitas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sebagai duta edukasi di lapangan.
‎“Mereka berbicara dari pengalaman pribadi. Itu lebih mengena dibanding hanya penyuluhan formal dari tenaga medis,” jelasnya.

‎Selain menjaga privasi, Dinkes juga memberikan dukungan moral dan motivasi kepada pasien agar tetap semangat menjalani hidup.
‎“Kalau pasien merasa diterima dan tidak dihakimi, mereka akan lebih konsisten menjalani pengobatan,” tutur Sumarno.

‎Ia menegaskan bahwa HIV bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan tantangan untuk tetap menjaga kesehatan. “Kita ingin masyarakat sadar bahwa HIV tidak menular lewat pergaulan biasa. Mari berhenti menghakimi dan mulai peduli,” tandasnya. (Adv/Kominfo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button