PPU Siap Jadi Tulang Punggung IKN

BOGOR, Netizens.id – Di tengah riuh rendah derap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tak lagi sekadar menjadi saksi bisu di tepian teluk. Kabupaten berjuluk Benuo Taka ini sedang bersiap mengambil peran lebih besar: menjadi tulang punggung utama bagi agenda nasional Indonesia.
Visi besar ini ditegaskan kembali oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026). Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan para kepala daerah se-Indonesia, posisi strategis PPU kembali menjadi sorotan.
Lebih dari Sekadar Geografis
Bagi Mudyat, keberadaan PPU sebagai penyangga IKN tidak hanya sebatas garis di peta atau batasan wilayah administratif. PPU memikul tanggung jawab besar dalam menopang sektor-sektor vital, mulai dari lumbung pangan, penguatan sumber daya manusia, hingga penjaga stabilitas sosial-ekonomi di sekitar jantung pemerintahan baru tersebut.
“PPU ini punya peran besar. Letaknya strategis dan potensinya lengkap. Kalau dikelola dengan tepat, PPU bisa menjadi tulang punggung pendukung IKN dan agenda nasional ke depan,” kata Mudyat dengan optimisme tinggi.
Satu pesan kuat yang dibawa Mudyat dari Rakornas tersebut adalah harapan agar kue pembangunan IKN tidak hanya dinikmati oleh pusat kota saja. Ia menekankan pentingnya memperkuat sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat lokal, seperti pertanian dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Kami berharap manfaat pembangunan IKN tidak hanya terpusat, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah penyangga,” lanjutnya. Ia ingin memastikan bahwa warga PPU tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan aktor utama dalam kemajuan bangsa.
Keberhasilan IKN, menurut Mudyat, merupakan cerminan dari kesiapan daerah di sekelilingnya. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar gerak langkah pembangunan berjalan selaras.
Ia percaya bahwa kekuatan IKN sangat bergantung pada seberapa kokoh pondasi daerah penyangganya. Tanpa dukungan daerah penyangga yang mandiri dan berdaya saing, visi besar Nusantara akan sulit dicapai secara utuh.
“Kalau daerah penyangganya kuat, maka IKN juga akan kuat. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi bagaimana pembangunan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Mudyat menutup pembicaraan.
Melalui komitmen ini, PPU kini melangkah pasti untuk bertransformasi dari wilayah penunjang menjadi mitra strategis yang menentukan keberhasilan masa depan Ibu Kota baru Indonesia.(*/mn)







