Peristiwa Daerah

Kejati Kaltim Gelar Jaksa Masuk Sekolah

SAMARINDA, Netizens.id – Sinar matahari pagi di Jalan Samarinda–Bontang KM 21 terasa hangat saat puluhan pelajar SMK Negeri 10 Samarinda berkumpul pada Selasa (10/2/2026). Namun, suasana di dalam ruangan tidaklah kaku seperti ruang sidang. Hari itu, seragam cokelat khas korps Adhyaksa hadir bukan untuk melakukan penuntutan, melainkan untuk berbagi ilmu dalam program “Jaksa Masuk Sekolah”.

Mengangkat tema besar Generasi Emas Sadar Hukum, Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur mencoba menyentuh akar rumput pendidikan di Kelurahan Tanah Merah. Sebanyak 25 siswa terpilih duduk menyimak, menatap antusias dua narasumber yang hadir: Toni Yuswanto dan Tri Nurhadi, dua jaksa yang sehari-hari akrab dengan berkas perkara, kini berdiri sebagai mentor bagi para remaja.

Kepala SMK Negeri 10 Samarinda, Maryono, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran institusi hukum ke sekolah adalah langkah preventif yang tak ternilai harganya.

“Kami sangat berharap melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pemahaman hukum yang lebih mendalam, terutama mengenai bahaya laten narkoba dan isu kekerasan anak yang masih sering menghantui dunia pendidikan,” kata Maryono dalam sambutan hangatnya.

Lebih dari Sekadar Teori

Di podium, Kasi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, bersama Kasi V Bidang Intelijen, Tri Nurhadi, tidak hanya membedah pasal-pasal kaku. Mereka membawa realita ke dalam kelas. Mulai dari menjelaskan apa sebenarnya tugas seorang jaksa, hingga memberikan gambaran nyata betapa hancurnya masa depan akibat jeratan narkotika dan dampak psikologis dari kekerasan di sekolah.

Dialog berlangsung dua arah. Suasana mencair ketika para siswa mulai memberanikan diri melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai fenomena hukum yang mereka temui sehari-hari.

“Para pelajar terlihat sangat antusias. Mereka aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait permasalahan hukum di lingkungan sekitar mereka,” tutur Toni Yuswanto saat merefleksikan jalannya kegiatan.

Membangun Benteng dari Sekolah

Bagi Kejati Kaltim, edukasi hukum di tingkat sekolah bukan sekadar formalitas program tahunan. Ini adalah langkah strategis untuk membangun benteng pertahanan mental bagi generasi muda. Di tengah gempuran informasi dan dinamika sosial yang cepat, kesadaran akan aturan main dalam bernegara menjadi kunci.

Melalui narasi yang santun namun tegas, para jaksa ini berharap SMKN 10 Samarinda dan sekolah-sekolah lainnya dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan sepenuhnya bebas dari tindak kekerasan.

Sesi penyuluhan tersebut berakhir dengan sebuah harapan besar: bahwa 25 siswa yang hadir hari ini akan menjadi duta hukum bagi teman sebaya mereka, mewujudkan mimpi Indonesia tentang Generasi Emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tegak dalam etika dan ketaatan hukum.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button