Peristiwa Daerah

Pasar Takjil Ngerandu Buko Ramaikan Pantai Marina Boom

BANYUWANGI, Netizens.id – Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Di Banyuwangi, salah satu tradisi menyambut bulan suci ini adalah dengan menggelar pasar takjil bertajuk Ngerandu Buko — sebuah istilah lokal yang berarti menunggu waktu berbuka puasa. Para warga pun turut ambil bagian dengan menjajakan beragam hidangan untuk menu buka puasa.

Salah satu lokasi pasar Ngerandu Buko yang paling ramai berada di kawasan wisata Pantai Marina Boom. Setiap sore selama Ramadan, tempat ini dipadati warga yang memanfaatkan waktu ngabuburit untuk berburu kudapan.

Mulai dari makanan berat seperti sego tempong hingga beragam takjil khas daerah tersedia di sana, antara lain petula (patula), berbagai jenis bubur, kolak, precet (olahan pisang khas Banyuwangi), hingga darplok.

“Salah satu spot berbuka puasa terbaik di Banyuwangi. Kita membatalkan puasa sambil menikmati senja di pinggir marina. Lokasi ini jadi andalan kita semua,” ujar Dela, yang datang bersama rombongan teman-temannya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten terus mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil Ramadan di seluruh penjuru Banyuwangi.

“Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan UMKM terlibat. Momentum ini kita manfaatkan untuk menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Bupati Ipuk saat meresmikan Pasar Takjil Ramadan Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom, Kamis (18/02/2026).

Sebanyak 250 pedagang berjualan di lokasi tersebut, mulai dari sore hingga malam hari. Pengunjung pun tak hanya datang dari kalangan warga lokal — sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat berbelanja dan menikmati suasana pasar kuliner ini.

“Pasar Ramadan ini sangat menarik. Saya tidak menyangka seramai ini perayaan Ramadan di Banyuwangi. Sangat berbeda sekali suasana Banyuwangi, baik dengan Bali maupun Lombok. Sangat menarik,” tutur Glenn, wisatawan asal Amerika Serikat.

Ipuk juga mengingatkan agar pengelolaan pasar takjil dilakukan dengan baik, khususnya soal sampah. Ia mengimbau pembeli maupun pedagang untuk membawa kantong belanja sendiri dari rumah guna menekan penggunaan plastik.

“Sampah, terutama material plastik, adalah masalah besar bangsa ini. Program membawa tas belanja sendiri adalah upaya kita melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan,” tegasnya.

Selain soal kebersihan, Ipuk juga menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga kualitas makanan yang dijajakan. Laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk memastikan seluruh makanan yang dijual layak dikonsumsi.(Az)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button