AdvertorialKutai Timur

Angka Kekerasan Anak di Kutai Timur Meningkat, UPTD Jadi Fokus Utama Penanganan

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur menghadapi tantangan serius dengan meningkatnya angka kekerasan terhadap anak. Kepala Bidang Perlindungan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Rita, menjelaskan bahwa pengelolaan data dan penanganan kasus kekerasan merupakan tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Rita menyatakan bahwa bidang PHA memiliki fokus berbeda, yaitu memastikan pelayanan ramah anak di berbagai sektor seperti sekolah, rumah ibadah, taman bermain, dan Puskesmas. “Kalau terkait kekerasan itu fokusnya di UPTD ya. Kalau kami di bidang PHA, kami lebih terkait yang ramah anak seperti sekolah ramah anak, rumah ibadah ramah anak, dan puskesmas ramah anak. Untuk data kekerasan, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menegaskan bahwa DP3A telah berupaya maksimal untuk menciptakan lingkungan ramah anak di Kutai Timur. Seluruh sekolah, rumah ibadah, dan ruang bermain telah menerima pelatihan terkait Konvensi Hak Anak (KHA). Namun, Rita mengakui bahwa implementasi di lapangan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut. “Kalau untuk SDM, kami sudah latih. Tetapi kalaupun ada sesuatu, itu biasanya bukan ranah kami lagi. Fokus kami adalah memastikan SDM sudah memenuhi kapasitasnya,” tambahnya.

Meski data kekerasan berada di bawah pengelolaan UPTD, DP3A tetap berperan mendukung program-program yang mencegah kekerasan terhadap anak. Salah satunya adalah memastikan keberadaan sarana dan prasarana ramah anak, termasuk di tingkat kecamatan.

Rita juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar aman bagi anak-anak. “Harapan kami, dengan pelatihan dan fasilitas yang ada, kekerasan terhadap anak bisa berkurang. Namun, tentu harus ada sinergi dengan berbagai pihak, termasuk UPTD,” jelasnya.

Meningkatnya angka kekerasan ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap perlindungan anak harus terus ditingkatkan. Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan anak-anak Kutai Timur dapat tumbuh di lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung hak-hak mereka. (Adv-Kominfo/Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button