Pelayanan Terbatas, RSUD Kudungga Hanya Punya Satu Dokter Kebidanan

KUTAI TIMUR, Netizens.Id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur, dr. Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan tenaga medis spesialis.

“Kuncinya ada di tenaga spesialis. Kalau sudah tersedia, maka kebutuhan tenaga lainnya akan mengikuti,” jelas dr. Yusuf, Kamis (17/4/2025)
Ia menjelaskan, secara ideal terdapat tujuh dokter spesialis yang wajib tersedia di rumah sakit. Empat di antaranya merupakan spesialis dasar, yaitu spesialis anak, kebidanan, penyakit dalam, dan bedah. Sementara tiga lainnya merupakan spesialis penunjang, yakni anestesi, patologi klinik (dokter laboratorium), dan radiologi. Ketujuh spesialis ini menjadi fondasi utama dalam mendukung layanan kesehatan di rumah sakit.
“Tanpa dokter laboratorium dan radiologi, empat spesialis dasar itu tidak bisa menegakkan diagnosis dengan tepat. Karena itu, keberadaan tujuh spesialis tersebut sangat krusial,” tegasnya.
Meski RSUD Kudungga termasuk rumah sakit dengan jumlah spesialis terbanyak di Kalimantan Timur, namun dari sisi kuantitas, masing-masing bidang spesialis masih kekurangan tenaga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bidang kebidanan, yang saat ini hanya memiliki satu dokter.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Hanya satu dokter kebidanan tentu menyulitkan, apalagi ini termasuk spesialis dasar dengan kasus yang cukup tinggi dan sering kali bersifat darurat. Jika dokter tersebut cuti atau mengikuti kegiatan di luar, layanan otomatis tutup,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kekurangan ini, RSUD Kudungga tengah mengupayakan beberapa solusi, antara lain melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan. Rumah sakit juga membuka opsi kontrak langsung dengan dokter spesialis jika memungkinkan.
Terkait pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang baru dilaksanakan, dr. Yusuf menyebut RSUD Kudungga mendapat tambahan 68 tenaga baru dari berbagai bidang, mayoritas merupakan tenaga keperawatan, serta beberapa tenaga administrasi dan teknis lainnya, termasuk dua dokter.
“Gelombang kedua nanti pada Oktober, akan ada tambahan tiga orang lagi,” ujarnya.(Ty)







