AdvertorialKesehatanKominfo

Dinkes Kutim Sasar Seluruh Sekolah untuk Penyuluhan HIV/AIDS

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui program penyuluhan yang menyasar sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA di seluruh kecamatan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan, kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka penularan HIV di kalangan remaja, Jum’at (07/11/2025).

Menurutnya, Dinkes tidak bekerja sendiri. Seluruh Puskesmas di Kutim turut dilibatkan melalui program penjaringan anak sekolah yang menjadi pintu masuk edukasi kesehatan reproduksi.

“Penyuluhan ini kita lakukan hampir di seluruh sekolah. Tim kami sudah bergerak dengan tujuh kelompok penyuluh yang turun langsung memberikan materi tentang bahaya HIV/AIDS,” ujar Sumarno.

Ia menjelaskan, remaja merupakan kelompok usia yang sangat strategis untuk diberikan pemahaman sejak dini. Sebab, masa remaja sering kali diwarnai rasa ingin tahu tinggi dan kurangnya informasi yang benar tentang seksualitas.

Melalui penyuluhan ini, lanjutnya, para siswa diharapkan memahami cara penularan dan pencegahan HIV, serta tidak mudah terpengaruh dengan perilaku berisiko.

“Anak-anak sekarang harus dibekali dengan pengetahuan. Karena pencegahan itu jauh lebih murah daripada pengobatan,” tegasnya.

Dinkes Kutim juga menggandeng guru dan pihak sekolah untuk memastikan materi penyuluhan berkelanjutan. “Kami tidak ingin berhenti di satu kali sosialisasi. Guru harus menjadi pengawas sekaligus pengingat agar edukasi ini terus berlanjut,” kata Sumarno.

Selain HIV, para penyuluh turut memberikan materi tambahan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Program ini mendapat respons positif dari sekolah-sekolah yang telah dikunjungi. Banyak pihak mengapresiasi karena penyuluhan dilakukan secara komunikatif dan terbuka.

“Anak-anak jadi tahu bahwa HIV bukan kutukan, tapi penyakit yang bisa dicegah dan diobati. Itu pesan penting dari kami,” tutupnya. (Adv/Kominfo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button