Peristiwa Daerah

221 Ribu Wisatawan Padati Banyuwangi saat Nataru

BANYUWANGI, Netizens.id – Kabupaten Banyuwangi berhasil menjadi magnet bagi wisatawan luar daerah selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tercatat, mulai tanggal 22 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sebanyak 221.858 wisatawan terpantau memadati berbagai destinasi unggulan di wilayah paling timur Pulau Jawa tersebut.

Lonjakan pengunjung tahun ini dipengaruhi oleh perubahan pola perilaku masyarakat dalam berwisata. Salah satu pemicu utamanya adalah pergeseran budaya kerja melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA). Tren ini memungkinkan para pekerja untuk tetap produktif sambil menikmati suasana liburan di destinasi pilihan mereka.

Fenomena WFA ini secara langsung memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan rata-rata lama tinggal atau length of stay para pelancong. Wisatawan kini tidak lagi sekadar datang untuk kunjungan singkat, melainkan menetap lebih lama karena bisa menggabungkan urusan profesional dengan rekreasi keluarga di Banyuwangi.

Selama sepekan terakhir, terdapat enam destinasi yang mencatatkan jumlah pengunjung paling mendominasi. Pantai Pulau Merah masih menjadi primadona dengan total 35.049 pengunjung, disusul oleh Pantai Boom Marina yang menampung 30.109 orang yang ingin menikmati pemandangan ikonik di pusat kota.

Hutan De Djawatan yang menawarkan suasana ala film fantasi menempati posisi ketiga dengan 29.780 pengunjung. Sementara itu, destinasi wisata buatan kontemporer seperti Banyuwangi Park juga menunjukkan taringnya dengan berhasil menarik minat 20.170 pengunjung dalam periode yang sama.

Di sektor wisata berbasis desa dan alam, Desa Wisata Tamansari mencatatkan 11.956 kunjungan, sedangkan Wisata Pemandian Jopuro menarik 11.113 pengunjung. Angka-angka ini menunjukkan distribusi wisatawan yang cukup merata, mulai dari wisata pantai, hutan, hingga wisata edukasi dan budaya.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengelola destinasi. Menurutnya, kesiapan fisik lokasi dan keramahan pelayanan menjadi kunci utama keberhasilan Banyuwangi dalam menyerap ratusan ribu kunjungan tersebut.

“Kolaborasi yang apik antara pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata dalam menjaga standar pelayanan serta keamanan telah membuahkan hasil membanggakan. Kepercayaan wisatawan terhadap keamanan wilayah adalah modal penting bagi citra daerah di mata publik nasional,” ungkap Taufik.

Taufik menambahkan bahwa keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang intens dilakukan Pemkab Banyuwangi sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap sudut destinasi telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi para pelancong yang datang.

“Kami berharap pihak destinasi wisata terus konsisten memberikan pengalaman terbaik, menjaga kebersihan, serta terus mengedepankan keamanan. Dengan begitu, wisatawan akan memiliki kesan mendalam dan memiliki keinginan kuat untuk kembali lagi ke Banyuwangi,” pungkas Taufik menutup keterangannya.(Az)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button