AdvertorialKominfo

Hanya Satu Warga Mulupan Lulusan Sarjana dari 1.034 Jiwa Penduduk

KUTAI TIMUR – Tingkat pendidikan warga Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, tercatat masih sangat rendah. Berdasarkan dokumen Profil Desa Mulupan Tahun 2026, dari total 1.034 jiwa penduduk desa, hanya satu orang yang tercatat menamatkan pendidikan Strata 1 (S1).

Kepala Desa Mulupan, Riansyah, menyebutkan bahwa pendidikan warga di wilayah yang dipimpinnya didominasi jenjang dasar. Ia merinci, sebanyak 235 orang tercatat tamat SD, 132 orang masih berstatus sedang menempuh SD, dan 107 orang tidak tamat SD. Pada jenjang selanjutnya, jumlah semakin menyusut dengan hanya 56 orang tamat SLTP dan 65 orang tamat SLTA. Selain itu, terdapat 2 orang berkebutuhan khusus atau penyandang cacat fisik dan mental yang tercatat dalam data desa.
“Untuk mengejar ketertinggalan pendidikan formal, sejumlah warga tercatat mengikuti program pendidikan kesetaraan, dengan rincian 5 orang mengikuti Paket A, 11 orang Paket B, dan 24 orang Paket C,” katanya.

Ia juga menyebutkan adanya sejumlah persoalan yang menjadi akar rendahnya capaian pendidikan warga, di antaranya masih banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, siswa-siswi lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang SLTA, hingga banyak lulusan SLTA yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dari sisi sarana pendidikan, Desa Mulupan saat ini memiliki fasilitas berupa Sekolah Dasar Negeri (SDN), Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan Al-Quran (TK-TPA), serta Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Persoalan pendidikan ini turut berkaitan dengan sumber daya manusia desa yang tercatat sebagai salah satu potensi sekaligus tantangan utama, mencakup kelompok anak-anak, murid/siswa, pemuda, kelompok perempuan, kelompok remaja putri, petani, hingga tenaga kerja yang menjadi bagian dari potret desa berdasarkan bagan kelembagaan setempat.

“Kami terus mendorong dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Kami juga terus berupaya agar angka putus sekolah dapat terus ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya. (Adv-kominfo/Ad)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button