AdvertorialKominfo

Tingkat Pendidikan Warga Benua Baru Masih Didominasi Lulusan SD

KUTAI TIMUR – Di tengah status Desa Mandiri yang disandangnya, Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, masih menghadapi tantangan pada sisi kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan dokumen Profil Desa Benua Baru Tahun 2025, tingkat pendidikan warga masih didominasi jenjang SD/sederajat dengan 1.578 orang dari total 4.623 penduduk.

Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benni, S.Sos, saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa data pendidikan sebagai berikut; penduduk yang belum atau tidak sekolah tercatat 1.499 orang, disusul lulusan SD/sederajat 1.578 orang, SLTP/sederajat 621 orang, dan SLTA/sederajat 808 orang. Sementara itu, lulusan Diploma (DII/DIII) hanya 25 orang, Strata 1 (S1) sebanyak 92 orang, dan belum ada satu pun warga berpendidikan Strata 2 (S2).

“Kami terus mendorong agar putra-putri daerah terus dapat meningkatkan pendidikan yang dienyamnya, karena kami memahami bahwa pemuda merupakan pilar pembangunan daerah,” katanya

Dari sisi mata pencaharian, lanjutnya, 1.068 perempuan berstatus mengurus rumah tangga, menjadikannya kelompok pekerjaan terbesar. Disusul kelompok pelajar/mahasiswa sebanyak 953 orang, penduduk yang belum/tidak bekerja 891 orang, karyawan swasta 690 orang, dan petani/pekebun 573 orang. Adapun jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat 57 orang dan pensiunan PNS/Polri sebanyak 2 orang.

Untuk menopang peningkatan kualitas SDM, tutur Benni, RPJMDes Desa Benua Baru 2023–2030 mencantumkan misi peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat sebagai salah satu dari lima misi utama. Sasaran yang ditetapkan antara lain peningkatan sarana-prasarana pendidikan, pengupayaan tenaga pengajar yang memadai melalui permohonan ke dinas pendidikan setempat, hingga program pemerintah untuk mendorong pendidik mengajar di daerah terpencil seperti desa.

“Dari sisi sarana, desa ini saat ini memiliki dua unit Sekolah Dasar (SD.004 dan SD.007), satu unit TK/PAUD, dan satu unit Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Yayasan Ibnu Sina. Ketersediaan sarana pendidikan ini menjadi salah satu fokus pemberdayaan jangka panjang desa. Ggenerasi berpendidikan lebih baik diharapkan dapat kembali berkontribusi membangun desa asalnya,” tegasnya. (Adv-kominfo/Ad)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button