AdvertorialKutai Timur

Tinjau Proyek Drainase, Bupati Kutai Timur Minta Maaf atas Gangguan Sementara

KUTAI TIMUR Setelah melaksanakan Salat Jumat, sekitar pukul 13.30 WITA, Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah lokasi proyek pembangunan drainase perkotaan di Kota Sangatta Utara. Hari ini, ada tiga lokasi proyek tahun jamak yang menjadi fokus peninjauan Bupati. Ditemani oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Ade Sudrajat, Ardiansyah memantau kemajuan pembangunan drainase di Jalan APT Pranoto yang menghubungkan ke Jalan Walter Mongonsidi. Pembangunan sistem drainase sedang berlangsung, mengharuskan penutupan sementara perempatan jalan menuju Jalan Diponegoro.(22/03/2024)

Proyek senilai Rp 25 miliar yang dimulai sejak Oktober 2023 ini menarik perhatian Bupati karena mempengaruhi akses jalan utama. Ardiansyah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sangatta atas gangguan sementara ini akibat pembangunan infrastruktur.

“Kepada seluruh warga Desa Sangatta Utara, terutama yang melintas di APT Pranoto menuju Diponegoro. Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan proyek pembangunan drainase di wilayah ini, sehingga ada pengalihan jalan sementara,” ujar Ardiansyah, menegaskan permintaan maafnya kepada masyarakat.

Meski pembangunan ini mengganggu aktivitas masyarakat, Bupati memastikan kepada Dinas PUPR dan kontraktor bahwa penutupan jalan hanya akan berlangsung selama seminggu. Setelah itu, fungsi jalan akan normal kembali. Pemkab Kutim telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk merencanakan rekayasa lalu lintas demi kelancaran aktivitas masyarakat.

Setelah meninjau proyek di Jalan APT Pranoto, Ardiansyah melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua, yaitu proyek drainase di Jalan Dayung. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi genangan air saat hujan deras di area tersebut. Ardiansyah kembali meminta maaf kepada warga yang terdampak langsung oleh pembangunan ini.

“Maaf ya bu, sementara halaman toko agak terganggu dan aktivitas jual belinya sedikit terhambat,” ujar Ardiansyah kepada Ani, pemilik sebuah toko di Jalan Dayung. “Kami berharap pembangunan segera selesai untuk memulihkan normalitas aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Dalam tanggapannya, pihak Dinas PUPR berjanji akan menyelesaikan proyek sesegera mungkin, khususnya untuk meminimalisir gangguan terhadap kegiatan warga yang dilintasi proyek pembangunan. Setelah memberikan keterangan kepada media, Bupati melanjutkan peninjauan ke proyek sistem drainase lainnya di Sangatta Utara, yaitu di Jalan Poros Kabo yang menghabiskan anggaran Rp 28 miliar.

Rombongan Bupati tiba di lokasi proyek Jalan Poros Kabo sekitar pukul 15.15 WITA. Ardiansyah, seperti pada dua lokasi sebelumnya, menanyakan progress pengerjaan proyek kepada pihak terkait. Dari peninjauan di tiga lokasi ini, dapat disimpulkan bahwa pembangunan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir di Sangatta berjalan sesuai rencana. Pengerjaan rata-rata telah mencapai 35 persen.

“Kami optimis dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target, bahkan lebih cepat dari yang direncanakan. Di Jalan Poros Kabo misalnya, kami tidak menghadapi kendala signifikan,” ungkap Ade Sudrajat dari Dinas PUPR Kutim.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button