DPRD Kutai Timur Dorong Pengembangan Kompetensi ASN Secara Menyeluruh

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar “Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi” bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (PPPKDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di ruang Damar Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, pada Maret 2024 lalu.
Anggota Komisi B (Bidang Perekonomian dan Keuangan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Mohammad Ali, menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan kompetensi Aparat Sipil Negara (ASN). Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN merupakan langkah penting untuk meningkatkan pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam membangun kapasitas aparatur Pemerintah Daerah,” ujar politikus PPP itu belum lama ini.
Namun, Mohammad Ali mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pengembangan kompetensi individu dan organisasi. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi ASN yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan.
“Kami berharap hasil analisis ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program konkret untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mengukur kompetensi ASN Kutai Timur. “Ekspose ini sangat berpengaruh terhadap ASN dalam memberi kesempatan menduduki jabatan tertentu sesuai sistem struktur kepegawaian,” kata Ardiansyah dalam forum kegiatan “Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi” tersebut.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan. “Saya harap BKPSDM [Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia] Kutai Timur bisa memberikan pengarahan jika memang kompetensi di organisasi masih belum berkembang. Kuncinya, kita harus bangun team work dan manajemen harus kompak,” tegasnya.
Kepala PPPKDOD LAN RI, Muhammad Aswad, menjelaskan bahwa dari 38 Organisasi Perangkat Daerah di Kutai Timur, baru 15 di antaranya memiliki acuan terkait database pengembangan kompetensi. Dia mencatat adanya ketimpangan antara kompetensi individu dan organisasi. “Kompetensi individu memang lebih meningkat daripada kompetensi di tubuh organisasi,” paparnya.(Adv-DPRD/RH)







