DPRD Kutai Timur Prioritaskan Peningkatan Fasilitas dan Tenaga Pengajar di Daerah Terpencil

KUTAI TIMUR, Netizens – Pendidikan di daerah terluar dan terpencil di Kutai Timur terus menjadi sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, khususnya oleh Anggota DPRD, Syaiful Bakhri. Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan di daerah-daerah tersebut adalah prioritas utama demi mendukung proses belajar-mengajar yang optimal.
“Kita melihat pendidikan ini sebagai hal yang sangat penting. Sekarang ini sudah ada standar sarana-prasarana (sapras) yang ditetapkan, dan banyak sekolah kita di Kutai Timur sudah mulai memenuhi standar ini,” ungkap Syaiful Bakhri saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin (04/11/2024).
Selain soal fasilitas, Syaiful juga menyoroti pentingnya peningkatan tenaga pengajar di wilayah-wilayah terpencil. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Kutai Timur masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, terutama guru yang berstatus pegawai negeri. Sebagian besar tenaga pengajar di daerah tersebut masih berstatus honorer, yang dinilai kurang memadai dalam menjamin kualitas pendidikan.
“Kita masih kekurangan tenaga pendidik, terutama guru berstatus pegawai negeri. Banyak dari mereka yang masih berstatus honorer,” tambahnya.
Anggota Komisi D ini mengungkapkan bahwa DPRD Kutai Timur telah mengusulkan agar tenaga pengajar honorer di daerah terpencil diangkat menjadi tenaga kontrak TK2D (Tenaga Kerja Kontrak Daerah). Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang mengabdi di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Tidak menutup kemungkinan nantinya mereka juga bisa mengikuti tes ASN untuk menjadi pegawai tetap,” jelasnya. Langkah ini dianggap penting guna memastikan pemerataan dan kualitas pendidikan di Kutai Timur, khususnya di kawasan yang sulit terjangkau.
Syaiful pun berharap agar dengan adanya perbaikan fasilitas dan peningkatan jumlah tenaga pengajar, seluruh anak-anak di Kutai Timur dapat mengakses pendidikan yang berkualitas. “Harapan kami adalah setiap sekolah memiliki fasilitas yang memadai dan tenaga pengajar yang cukup, sehingga anak-anak di Kutai Timur bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tutupnya.(Adv-DPRD/Ty)







