Banjir Bandang Situbondo Putuskan Akses Jembatan

SITUBONDO, Netizens.id – Banjir bandang yang melanda wilayah Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan jembatan putus. Jembatan penghubung antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom itu pun lumpuh total.
Akibatnya, sekitar 1.500 warga di wilayah tersebut terisolasi. Warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa lantaran tidak ada jalan alternatif.
Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Situbondo, mengatakan kondisi warga saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung lokasi jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, pada Sabtu (24/2026) kemarin.
“Di sini ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” ujar Bupati Rio.
Ia menjelaskan, terputusnya akses utama antara Desa itu terjadi saat banjir bandang melanda kawasan tersebut pada Rabu 21 Januari 2026 malam. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi bantuan serta layanan dasar bagi warga.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan bantuan tetap disalurkan dengan segala keterbatasan yang ada. Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Situbondo telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako guna memenuhi kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, untuk jangka panjang, pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur. Terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung yang rusak.
“Kami akan mohon bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penanganan ini bisa segera dilaksanakan. Tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses,” kata Bupati Rio.
Ia menambahkan, pemulihan akses menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Sehingga risiko sosial kemanusiaan tidak semakin memburuk.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Bupati Rio harus meninjau lokasi dengan menyusuri alur sungai karena tidak ada lagi jalur darat yang dapat dilalui. Seluruh jembatan di kawasan tersebut tampak putus, sementara badan jalan hancur dan tidak bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.(Az)







