AdvertorialKominfoKutai Timur

Strategi Pencegahan Penyakit: Fokus pada Hidup Sehat dan Deteksi Dini

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan warganya melalui berbagai program strategis. Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Bahrani, menjelaskan langkah-langkah pencegahan penyakit yang menjadi fokus dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 dengan tema “Gerak Bersama Sehat Bersama.”

Bahrani menekankan pentingnya peran layanan kesehatan primer dalam mencegah penyakit, terutama penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. “PTM dapat dicegah melalui deteksi dini, promosi kesehatan, dan perubahan gaya hidup. Hal ini menjadi prioritas dalam layanan kesehatan primer,” ungkapnya.

Salah satu langkah utama adalah program screening kesehatan untuk usia produktif 15-59 tahun. Pemeriksaan meliputi gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan indikator kesehatan lainnya. Bahrani menyatakan bahwa deteksi dini memungkinkan tindakan pencegahan lebih cepat, sehingga komplikasi penyakit di kemudian hari dapat dihindari.

Selain itu, edukasi gaya hidup sehat menjadi pilar penting. “Kebiasaan seperti konsumsi gula berlebih, merokok, dan kurang gerak harus diubah. Dengan pola hidup sehat, banyak penyakit kronis bisa dicegah tanpa perlu obat-obatan,” tegas Bahrani. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat untuk mengenali tanda awal PTM dan berperan aktif dalam menjaga kesehatannya.

Strategi pencegahan juga mencakup upaya integrasi pelayanan kesehatan mulai dari posyandu hingga puskesmas. “Kami ingin memastikan bahwa siklus hidup, dari ibu hamil hingga lansia, mendapat perhatian penuh,” jelasnya. Hal ini termasuk penguatan program antenatal care bagi ibu hamil untuk mencegah risiko kesehatan selama kehamilan.

Selain PTM, pencegahan stunting juga menjadi perhatian utama melalui program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program ini memastikan pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Anak-anak sekolah, khususnya remaja putri, juga menjadi sasaran program tablet tambah darah untuk mencegah anemia yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi mereka kelak.

Menurut Bahrani, strategi ini tidak hanya bertujuan mengurangi angka penyakit, tetapi juga membangun generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan. “Pencegahan adalah kunci. Dengan pola hidup sehat dan dukungan fasilitas kesehatan, kita bisa memastikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.(Adv-Kominfo/Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button