Kutai Timur Targetkan Peningkatan Peringkat Kabupaten Layak Anak pada 2024

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur terus berupaya untuk meningkatkan peringkatnya dalam program Kabupaten Layak Anak (KLA) dari level Madya ke Nindya. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah memenuhi indikator-indikator yang menjadi penilaian dalam program tersebut.
Menurut Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Rita, beberapa indikator utama telah berhasil dicapai. Namun, masih ada satu indikator yang saat ini menjadi fokus, yaitu pembentukan Pusat Kreativitas Anak. Targetnya, pusat kreativitas ini akan terwujud pada tahun 2024.
“Masih ada indikator yang kurang, salah satunya adalah pusat kreativitas anak. Kami berharap tahun depan Kutai Timur sudah memilikinya,” ungkap Rita saat ditemui pada pelatihan KHA (Konvensi Hak Anak).(13/11/2024)
Rita juga menyebut bahwa tahun ini DP3A telah melaksanakan sejumlah kegiatan pelatihan untuk memenuhi kekurangan indikator tersebut. Salah satunya adalah pelatihan KHA bagi LSM, media massa, dan wirausaha. Program pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran berbagai pihak terhadap kebutuhan anak-anak di Kutai Timur.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap indikator ini dapat terpenuhi, dan peringkat KLA Kutai Timur dapat naik menjadi Nindya,” tambah Rita.
Selain itu, DP3A juga merencanakan pendekatan yang lebih intensif pada tahun depan. Jika sebelumnya pelatihan lebih banyak dilakukan di tingkat kabupaten, maka pada 2024 kegiatan ini akan diperluas ke kecamatan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi langsung dari berbagai pihak, seperti sekolah dan Puskesmas, sehingga dampaknya lebih maksimal.
“Selama ini kami mengundang perwakilan dari kecamatan ke kabupaten. Tapi ke depan, kami akan turun langsung ke kecamatan agar cakupannya lebih besar, terutama bagi sekolah dan Puskesmas,” jelasnya.
Dengan strategi ini, DP3A optimis peringkat KLA Kutai Timur bisa meningkat pada tahun depan. Program-program yang sudah berjalan di tahun ini, seperti pelatihan pengasuh alternatif dan pembentukan pusat kreativitas anak, menjadi langkah penting untuk mencapai target tersebut.
“Insya Allah, kami optimis peringkat Nindya bisa diraih tahun depan,” pungkas Rita. (Adv-Kominfo/Ty)







