Kutai Timur Fokus Tingkatkan Indikator Kabupaten Layak Anak melalui Pusat Kreativitas Anak

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur terus berupaya meningkatkan peringkat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan memenuhi berbagai indikator penting. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pembentukan Pusat Kreativitas Anak yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2024.
Rita, Kepala Bidang Perlindungan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, mengungkapkan bahwa pusat kreativitas anak menjadi indikator yang belum terpenuhi hingga saat ini. “Kami belum punya pusat kreativitas anak. Namun, insyaallah tahun depan kami akan merealisasikan itu,” ujarnya saat diwawancarai.
Keberadaan pusat kreativitas anak dinilai penting untuk mendukung pengembangan bakat dan minat anak-anak di Kutai Timur. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu penilaian penting dalam indikator KLA untuk meningkatkan peringkat dari Madya menjadi Nindya. Rita optimistis bahwa dengan terpenuhinya indikator ini, Kutai Timur dapat mencapai target pada tahun mendatang. “Kami berharap pada tahun depan, dengan adanya pusat kreativitas anak, peringkat kita bisa naik ke Nindya,” tambahnya.
Selama tahun 2023, berbagai langkah strategis telah diambil oleh DP3A untuk memenuhi indikator KLA lainnya. Beberapa di antaranya adalah pelatihan pengasuh alternatif serta pelatihan untuk pengelola sekolah dan ruang bermain ramah anak. Namun, DP3A mengakui bahwa cakupan pelatihan ini masih dominan di tingkat kabupaten.
“Kami banyak fokus di kabupaten, sementara kecamatan belum maksimal. Tahun depan, kami rencanakan turun ke kecamatan agar bisa melatih lebih banyak peserta secara langsung,” kata Rita.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemerataan kapasitas sumber daya manusia di berbagai wilayah Kutai Timur. Tak hanya itu, DP3A juga memastikan koordinasi dengan instansi lain berjalan optimal melalui Gugus Tugas KLA yang secara rutin mengadakan rapat koordinasi.
Dengan berbagai upaya ini, DP3A Kutai Timur berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak sekaligus menginspirasi berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan LSM, untuk lebih peduli terhadap kebutuhan anak-anak di daerah tersebut. (Adv-Kominfo/Ty)







