Pandi Widianto: Replanting Kebun Sawit Masyarakat Perlu Dukungan Pemerintah dan Swasta

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Dalam upaya menjaga stabilitas sektor perkebunan kelapa sawit, Anggota DPRD Kutai Timur, Pandi Widianto, menekankan pentingnya replanting (peremajaan) kebun sawit masyarakat. Menurutnya, replanting menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan ekonomi, terutama bagi kebun plasma milik masyarakat.
“Replanting kebun sawit masyarakat adalah hal yang harus menjadi perhatian serius. Berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih, kebun plasma milik masyarakat membutuhkan dukungan anggaran besar untuk bisa melaksanakan peremajaan,” ujar Pandi, anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, bidang Pembangunan.
Pandi menjelaskan bahwa replanting bukan hanya soal mengganti tanaman lama dengan yang baru, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Tanpa adanya dukungan dari pemerintah dan pihak swasta, replanting kebun sawit masyarakat dapat terhambat.
“Saya sudah menyampaikan ini dalam forum petani sawit aktif. Pemerintah dan perusahaan swasta harus ikut serta membantu kebun sawit masyarakat agar tetap tumbuh dan eksis, terutama saat masa replanting tiba,” tambahnya.
Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kutai Timur untuk mengembangkan hilirisasi kelapa sawit. Menurutnya, sektor ini harus dimaksimalkan untuk mengurangi ketergantungan daerah pada sektor tambang.
“Dengan potensi kelapa sawit yang besar, kita harus mendorong hilirisasi. Misalnya, selain untuk minyak goreng, sawit bisa diarahkan menjadi biodiesel. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah pusat yang saat ini fokus pada program biodiesel B30 hingga B50,” jelas Pandi.
Selain itu, Pandi berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan pengembangan kebun baru sekaligus meningkatkan produktivitas kebun sawit yang ada. “Perkebunan sawit adalah salah satu sektor yang mampu menopang ekonomi daerah di masa depan. Maka, langkah replanting dan hilirisasi harus saling mendukung,” tutupnya. (Adv-DPRD/Ty)







