AdvertorialDPRDKutai Timur

DPRD: Pemkab Kutai Timur Siapkan Langkah Strategis Kurangi Ketergantungan pada Dana Pusat

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat, sebagaimana disampaikan dalam tanggapan atas pandangan umum Fraksi Gelora Amanat Perjuangan pada Rapat Paripurna ke-21. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ketahanan fiskal yang lebih baik di masa depan.

Dalam pandangannya, Fraksi Gelora Amanat Perjuangan mengingatkan risiko yang dihadapi apabila terlalu bergantung pada dana pusat, terutama saat terjadi pengurangan alokasi dari pemerintah nasional. Menyikapi hal ini, Pemkab Kutai Timur menyatakan akan menggali potensi lokal untuk mendiversifikasi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Pemerintah terus berupaya untuk menggali potensi pendapatan daerah yang dapat menjadi solusi terhadap ketergantungan berlebihan pada transfer pusat. Diversifikasi ini menjadi langkah strategis agar Kutai Timur memiliki pendapatan mandiri yang lebih stabil,” ujar Sudirman Latif, Asisten III Pemkab Kutai Timur, dalam rapat tersebut.

Selain fokus pada pendapatan, Pemkab Kutai Timur juga menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Pada sisi belanja, pemerintah memastikan bahwa alokasi untuk belanja pegawai disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga pelayanan publik dapat dimaksimalkan. Belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer juga akan dikelola dengan prinsip fleksibilitas dan ketepatan sasaran.

“Kami berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam pengelolaan belanja modal dan memastikan bahwa prinsip efisiensi selalu diterapkan. Selain itu, belanja tidak terduga akan dikelola secara tepat guna menjawab kebutuhan mendesak dengan sasaran yang jelas,” tambah Sudirman.

Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah, Pemkab Kutai Timur juga menegaskan pentingnya pembenahan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan mengedepankan prinsip good corporate governance, pemerintah berharap BUMD dapat berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Kutai Timur optimistis dapat mewujudkan pengelolaan anggaran yang lebih berdaya guna dan mandiri, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fraksi Gelora Amanat Perjuangan berharap kebijakan ini dapat segera diimplementasikan demi keberlanjutan pembangunan daerah.

Langkah konkret Pemkab Kutai Timur ini menjadi bagian dari komitmen untuk membangun kemandirian fiskal, yang diharapkan tidak hanya memperkuat daerah, tetapi juga memberikan kesejahteraan yang merata hingga pelosok Kutai Timur.(Adv-DPRD/Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button