Sapi Kurban Presiden Prabowo Lolos Pemeriksaan Kesehatan, Daging Aman Dikonsumsi Warga Kutim
KUTAI TIMUR (Netizens.id) — Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto sebelum disembelih di Masjid Agung Al-Faruq, Kutai Timur. Sapi lokal seberat 800 kilogram tersebut dinyatakan bebas dari penyakit dan parasit, termasuk cacing hati dan cacing paru, berdasarkan hasil uji kesehatan oleh tim medis veteriner dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim.
“Organ-organ dalam seperti hati, pankreas, ginjal, dan jantung kami periksa dan hasilnya negatif dari infeksi cacing maupun penyakit lain,” tegas drh. Cut Meutia, Fungsional Medik Veteriner Muda DTPHP Kutim. “Kami pastikan daging sapi Presiden aman dan layak konsumsi untuk masyarakat,” tambahnya, Sabtu (7/6/2025).

Prosedur pemeriksaan dimulai bahkan sebelum hari penyembelihan. Tim medis melakukan pemeriksaan rutin harian guna memastikan kondisi hewan tetap sehat hingga hari H. Meskipun tanpa pemberian vitamin khusus, sapi-sapi kurban dirawat dengan pemberian pakan konsentrat untuk menunjang berat badan dan kebugaran.
“Kalau vitamin tidak kami berikan, tapi untuk pakan seperti konsentrat, itu ditambahkan untuk mendukung kesehatannya. Dan untuk sapi Presiden, ini pertama kali kami terlibat, semoga berlanjut tahun depan,” ujar Cut Meutia.
Sapi Presiden menjadi perhatian khusus karena merupakan bantuan langsung dari Kepala Negara. Pemilihan sapi dilakukan oleh Dinas Peternakan Kutim dengan seleksi ketat, mempertimbangkan bobot, kualitas daging, dan kesehatan hewan. Hal ini dibenarkan oleh Plt. Kabag Kesejahteraan Rakyat Kutim, Nurcholis.

“Dari awal kami berkoordinasi dengan DTPHP. Alhamdulillah ditemukan satu sapi lokal berbobot 800 kg dan sehat. Sapi tersebut dipotong pertama dan menghasilkan 133 kantong daging, masing-masing seberat 1,5 kilogram,” jelas Nurcholis.
Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Al-Faruq, Yakub Fadillah, menambahkan bahwa seluruh proses berjalan sesuai SOP, termasuk jaminan pangan yang disiapkan penyelenggara, bukan panitia lokal. Dari total 17 ekor sapi yang disembelih hari itu, sapi bantuan Presiden menjadi simbol kehormatan dan tanggung jawab tambahan.
“Kami sudah koordinasi sejak satu bulan sebelum pelaksanaan. Dari penyembelihan, pengulitan, penimbangan, hingga pendistribusian semua dicatat dan akan dilaporkan secara lengkap,” kata Yakub. Ia juga menyebutkan bahwa 80 orang panitia dilibatkan khusus untuk pelaksanaan kurban, termasuk seksi pemeriksa kesehatan hewan yang dipimpin oleh drh. Cut Meutia.
Yakub menegaskan bahwa panitia juga menyiapkan tenaga penyembelih bersertifikat dan kompeten. “Kami pastikan tenaga kami siap jika ada audit. Ada dua yang bersertifikat, sisanya kompeten meski belum mengurus lisensi formal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari bentuk syiar ibadah, sapi bantuan Presiden Prabowo bukan sekadar simbol politik, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap keamanan pangan dan kesehatan masyarakat dalam momentum kurban.
Distribusi daging akan dilakukan sesuai SOP, dengan masing-masing warga menerima satu kantong berisi 1,5 kilogram daging. Untuk tahun depan, panitia menyebut kemungkinan lokasi penyembelihan akan dipindahkan ke masjid lain agar manfaatnya lebih merata.(Ty)







