Kalimantan Timur

‎Syarifah Suraidah Soroti Kerusakan Parah Jalan Nasional Bontang–Sangatta, Minta Pemerintah Pusat Bertindak

KUTAI TIMUR (Netizens.id) – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah, menyoroti kondisi jalan poros Bontang menuju Kutai Timur yang mengalami kerusakan parah dan mendesak agar segera diperbaiki.

‎Hal tersebut diungkapkan saat ia melintasi jalur tersebut bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi Kaltim.

‎“Kalau ditanya soal jalan, ya rusak parah,” ujar Syarifah usai menghadiri kegiatan di Gedung Serbaguna Sangatta, Minggu (13/7/2025).

‎Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut membutuhkan proses panjang karena statusnya sebagai jalan nasional, bukan milik provinsi atau kabupaten.

‎Menurutnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah menyampaikan langsung persoalan ini kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

‎“Sebenarnya Pak Gubernur sudah bertemu langsung dengan Menteri PUPR. Insyaallah seluruh jalan di Kaltim akan dibenahi, tapi tentu saja bertahap karena harus melalui proses,” ujar istri Gubernur Kaltim tersebut.

‎Karena itu, ia mengimbau masyarakat bersabar menanti tindak lanjut dari pemerintah pusat. Sebab, perbaikan jalan nasional harus melalui tahapan perencanaan yang tidak bisa dilakukan secara mendadak.

‎“Kami di DPR tentu akan mengawal dan terus mengingatkan agar perbaikan jalan ini tidak mandek di tengah jalan,” tegas politikus Partai Golkar ini.

‎Sebagai informasi, jalan nasional yang menghubungkan Kutai Timur dengan Bontang dimulai dari batas wilayah Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, hingga ke Kota Sangatta. Jarak totalnya sekitar 71 km dengan waktu tempuh normal sekitar 1 jam 46 menit.

‎Maman, warga Desa Teluk Pandan, menyampaikan bahwa banyak titik jalan berlubang dan rusak berat, mulai dari wilayah Danau Redan hingga ke Sangatta.

‎“Salah satunya di dekat Masjid Raya Danau Redan, sekitar satu kilometer sebelum Jembatan Santan. Juga di Desa Suka Rahmat, arah Sangatta, sekitar satu kilometer sebelum simpang tiga Bontang,” ungkapnya.

‎Ia berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan nasional tersebut karena kondisinya sangat membahayakan keselamatan pengendara.

‎“Kalau dibiarkan rusak seperti ini, rawan sekali terjadi kecelakaan,” tutup Maman.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button