Asda Kutim: GPM Bertujuan Stabilkan Harga dan Kendalikan Inflasi

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Noviari Noor, Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur, menjelaskan bahwa implementasi Gerakan Pangan Murah (GPM) dirancang dengan tiga tujuan pokok untuk mempertahankan stabilitas ekonomi daerah.
Noviari menguraikan bahwa program distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan langkah untuk menstabilkan harga yang berlaku di kawasan, bukan hanya Kutai Timur, tetapi di seluruh Indonesia.
“Terutama beras di tingkat konsumen supaya daya beli dan keterjangkauan harga masyarakat tetap terjaga, dan yang ketiga adalah mendukung pengendalian inflasi,” ungkap Noviari dalam wawancara, Sabtu (30/8/2025).
Dia menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari inisiatif pemerintah pusat melalui koordinasi Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga secara bersamaan. “Persediaan kita berlimpah. Jadi masih tersisa 1,3 juta ton yang harus didistribusikan sampai akhir tahun ini dengan harga murah,” paparnya.
Mengenai alokasi khusus Kutai Timur, Noviari mengaku belum mengetahui secara pasti stok global yang ada di Bulog Samarinda. Namun, dia menjabarkan bahwa pihaknya mengajukan penyaluran 5 ton untuk kegiatan hari ini dan 7 ton dari Polres Sangatta Selatan.
“Tidak tersedia stok global khusus untuk Kutai Timur. Jadi memang berdasarkan permintaan,” jelasnya.
Mengenai kondisi inflasi dalam beberapa bulan terakhir, Noviari menyebutkan bahwa tingkat inflasi di Kutai Timur masih berada dalam keadaan stabil. “Inflasi kita masih berada di papan tengah. Tidak naik, tidak turun. Jadi masih stabil,” ujarnya.
Tentang kesiapan Kutai Timur menuju swasembada pangan, Noviari mengatakan bahwa wilayahnya mengikuti program nasional untuk kemandirian pangan. “Tahun ini sudah tersedia program-program cetak baru sawah, peningkatan produksi sawah, meningkatkan irigasi sawah yang tujuannya untuk swasembada pangan,” terangnya.
Berkaitan dengan dampak program terhadap tingkat kemiskinan, Noviari menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan tidak dapat terjadi secara langsung. “Tingkat kemiskinan tidak secara langsung serta-merta turun. Yang penting tetap verifikasi data karena kita menerima data yang harus diverifikasi benar atau tidak ini orang miskin,” katanya.
Dia menekankan bahwa program distribusi beras SPHP hanya untuk mempermudah daya beli masyarakat dan menstabilkan harga. “Upaya penurunan tingkat kemiskinan tetap akan kita lakukan karena tingkat kemiskinan itu turun, meski sangat kecil sekali,” tambahnya.
Untuk menurunkan tingkat kemiskinan, Pemkab Kutai Timur menjalankan berbagai strategi. “Kita menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, rehabilitasi rumah, dan bantuan-bantuan kepada masyarakat miskin. Selain itu juga membuka lapangan kerja,” tutup Noviari.(Q)







