223 Kasus Baru HIV Ditemukan di Samarinda hingga September 2025

SAMARINDA, Netizens.id – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, tercatat 223 kasus baru HIV hingga awal September 2025. Angka tersebut diperoleh melalui hasil skrining yang dilakukan terhadap sekitar 20 ribu warga. Dari total kasus tersebut, 220 pasien telah aktif menjalani pengobatan.
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan bahwa Samarinda dan Balikpapan merupakan daerah dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Kaltim sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Skrining HIV merupakan tahap awal pengujian untuk mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini dilakukan melalui sampel darah atau cairan tubuh untuk mencari antibodi atau antigen HIV. Tujuan utamanya adalah menemukan infeksi sedini mungkin agar pengobatan dapat segera dimulai, sekaligus mencegah penularan lebih lanjut serta perkembangan menjadi AIDS.
Kepala Dinkes Samarinda dr. Ismid Kusasih menjelaskan bahwa HIV termasuk salah satu dari 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang diwajibkan pemerintah pusat.
“HIV adalah satu dari dua penyakit menular yang masuk SPM, jadi ini wajib ditangani pemerintah daerah,” ungkap Ismid di kantornya, Jalan Milono, Samarinda Kota, Selasa (9/9/2025).
Menurut Ismid, tingginya angka kasus di Samarinda berkaitan dengan jumlah penduduk yang besar serta pelaksanaan skrining yang rutin dilakukan.
“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, semakin besar peluang mencegah kematian,” tuturnya.
Selain kasus baru, Dinkes Samarinda mencatat 63 pasien meninggal akibat HIV/AIDS hingga awal September 2025. Pada tahun 2024, skrining terhadap 47 ribu warga menemukan 527 kasus baru, dengan angka kematian lebih dari 100 orang.
“Saat ini layanan pemeriksaan dan pengobatan sudah tersedia di Puskesmas, rumah sakit, serta beberapa klinik swasta di Samarinda,” tutupnya.(*/mn)







