Dinas Pendidikan Kutai Timur Utamakan Mediasi dalam Penanganan Kasus di Sekolah
KUTAI TIMUR, Netizens.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan damai dan edukatif dalam menangani setiap persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah, terutama yang melibatkan guru dan siswa.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan serius terkait kekerasan di sekolah yang masuk ke pihaknya. Namun demikian, dinas tetap menyiapkan langkah penanganan jika hal tersebut terjadi.
Menurut Mulyono, apabila ditemukan adanya kasus kekerasan di sekolah, pihaknya akan menurunkan tim dari bidang kurikulum untuk melakukan mediasi langsung di lapangan. Langkah ini dilakukan agar masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berkembang menjadi persoalan hukum yang lebih besar.
“Kalau ada kasus, kita utamakan penyelesaian secara damai dulu. Prinsipnya, semua pihak harus mendapat keadilan dan pembelajaran dari peristiwa itu,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan, pendekatan restorative justice menjadi acuan utama dalam penanganan masalah di lingkungan pendidikan. Dinas berupaya agar proses penyelesaian tidak hanya menghentikan konflik, tetapi juga memperbaiki hubungan antara guru, siswa, dan orang tua.
Selain itu, Mulyono menyampaikan bahwa hingga kini belum ada keluhan resmi dari para guru yang merasa kesulitan mengajar akibat larangan kekerasan di sekolah. Menurutnya, guru-guru di Kutai Timur sudah memahami aturan tersebut dan mampu menyesuaikan diri dengan baik. “Guru juga manusia, kadang ada khilaf, tapi saya percaya mereka bisa menjaga profesionalisme,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Disdikbud Kutai Timur berharap iklim pendidikan di daerah ini tetap kondusif, aman, dan berfokus pada pembinaan karakter siswa tanpa kekerasan.(Adv/Kominfo)







