Peristiwa Daerah

Samarinda Gelar Jambore PRB Hadapi Prediksi Cuaca Ekstrem November-Maret

SAMARINDA, Netizens.id — Jambore dan Apel Kesiapsiagaan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) merupakan bagian dari langkah antisipasi memasuki periode cuaca ekstrem. BMKG memprediksi cuaca ekstrem terjadi pada November 2025 hingga Maret 2026, termasuk hujan deras, angin kencang, dan potensi longsor di sejumlah titik.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, saat mewakili Wali Kota Samarinda untuk membuka kegiatan Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar di Folder Air Hitam, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum PRB Samarinda bersama Info Taruna Samarinda (ITS), berlangsung selama dua hari, 22–23 November 2025 ini menjadi momentum penting penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diawali dengan Apel Kesiapsiagaan yang melibatkan ratusan relawan dari berbagai unsur.

“Kesiapan ini melibatkan seluruh pihak, mulai relawan, masyarakat, hingga TNI–Polri sebagai upaya menghadapi prediksi cuaca ekstrem dari BMKG,” ujar Suwarso.

Ia juga mengapresiasi peran panitia operasional yang dikomandoi oleh Jokis, panggilan akrab Joko Iswanto (Ketua ITS) dalam memastikan seluruh kebutuhan Jambore terpenuhi. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi ini menjadi kunci terselenggaranya kegiatan selama dua hari tersebut. “Alhamdulillah dengan kerja bersama, Jambore PRB ini berjalan sesuai rencana,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore PRB, Syaparudin, yang juga menjabat Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, menyampaikan apresiasi atas sinergi antarorganisasi sehingga Jambore PRB kedua dapat kembali terlaksana. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas relawan dalam menghadapi bencana yang kerap melanda Kota Samarinda, seperti kebakaran, banjir, dan longsor.

“Alhamdulillah berkat kerja sama Forum Pengurangan Risiko Bencana, ITS Info Taruna Samarinda, dan BPBD Kota Samarinda, kegiatan Jambore PRB kedua ini dapat terlaksana dan diikuti 222 peserta dari berbagai kesatuan relawan Samarinda,” ungkap Syaparudin.

Ditambahkannya, tujuan utama penyelenggaraan Jambore ini adalah menggugah kesadaran kolektif tentang pentingnya kepedulian dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Syaparudin menjelaskan bahwa seluruh peserta akan menerima pengetahuan dan pelatihan keterampilan kesiapsiagaan bencana dari sejumlah narasumber.

Materi akan disampaikan oleh perwakilan BPBD provinsi dan kota, Basarnas, Palang Merah Indonesia, pemadam kebakaran, serta lembaga terkait lainnya. “Ini bagian dari gerakan mitigasi multipihak yang melibatkan dunia usaha, pemerintah, dan akademisi,” jelasnya.

Penyiapan personel, peralatan, perlengkapan, hingga kebutuhan dapur umum mulai dipersiapkan secara matang. “Ada pepatah mengatakan bahwa latihan mendahului bencana, dan inilah bentuk nyata dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan,” paparnya.

Dengan terselenggaranya Jambore PRB ini, pemerintah bersama para relawan diharapkan semakin solid dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana yang dapat datang sewaktu-waktu.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button