Yayasan SITKT Jalin Sinergi dengan Baznas Kaltim untuk Misi Kemanusiaan
SAMARINDA, Netizens.id — Sepuluh pengurus Yayasan Silaturahmi Informasi Taruna Kalimantan Timur (SITKT) mengadakan pertemuan dengan pihak Baznas Kalimantan Timur di kantor Baznas Kaltim pada Kamis (20/11/2025). Kunjungan tersebut bertujuan membawa misi kemanusiaan yang selama ini mereka jalankan di tengah keterbatasan.
Yayasan SITKT merupakan kelompok relawan yang bergerak membantu warga kurang mampu, termasuk pemulasaran jenazah terlantar, mengurus pasien sakit tanpa keluarga, dan memulangkan perantau yang ingin kembali ke kampung halaman.
Muhammad Rizaldy, Penanggung Jawab Yayasan SITKT, menyampaikan bahwa mereka kerap menerima laporan tentang orang sakit yang tidak memiliki siapa-siapa. “Bahkan, ada jenazah yang dibiarkan berhari-hari karena tidak ada keluarga yang mengurus,” katanya.
Rizaldy menuturkan bahwa selama ini mereka bergerak seadanya dengan mengandalkan rasa tanggung jawab terhadap sesama. “Kami ingin bergerak cepat, tapi tentu perlu dukungan. Karena dalam kasus kemanusiaan, kadang setiap detik itu sangat berarti,” tambahnya.
Oleh karena itu, pihak yayasan berinisiatif menjalin sinergi dengan Baznas Kalimantan Timur dengan harapan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan martabat manusia.
Wakil Ketua III Baznas Kaltim, Badrus Syamsi, menyambut positif kedatangan mereka. Ia memahami bahwa pelayanan sosial memerlukan kerja sama antara lembaga dengan komunitas atau kelompok relawan di lapangan.
“Kami menjaga kepercayaan publik. Dana zakat ini tidak hanya harus tepat sasaran, tetapi juga sesuai ketentuan syariah,” tegas Badrus. Ia menjelaskan bahwa Baznas menerapkan sistem pengawasan berlapis mulai dari audit internal, audit syariah, hingga audit eksternal guna memastikan setiap rupiah dana ummat digunakan dengan benar.
Badrus, alumni STAI Ibnu Khaldun Balikpapan, mengakui bahwa Baznas juga menghadapi tantangan. Penerimaan dana infak dan dukungan CSR perusahaan di Kaltim masih belum optimal sehingga banyak program yang idealnya menjangkau seluruh wilayah belum berjalan maksimal.
“Kami ingin membantu lebih banyak, tetapi anggaran itu bergantung pada kepercayaan masyarakat. Kami terus memperbaiki yang kurang agar semakin banyak yang percaya dan ikut menyalurkan zakat serta infaknya melalui Baznas,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, kedua lembaga membahas bentuk bantuan yang dapat disinergikan, meliputi bantuan pengobatan pasien di Rumah Sakit AWS, pemulangan warga tidak mampu yang terlantar, hingga penyediaan tempat singgah sementara bagi mereka yang menunggu proses administrasi atau kepastian medis.
“Silakan ajukan proposal dengan kelengkapan dokumen. Kami ingin memastikan setiap bantuan yang keluar memiliki rujukan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Badrus.
Bagi SITKT, peluang kerja sama ini menjadi harapan baru. Mereka ingin memastikan tidak ada lagi jenazah yang terlambat diurus atau warga sakit yang menunggu terlalu lama sampai kesehatannya menurun karena kendala administrasi dan pembiayaan.
Pertemuan ditutup dengan senyum dan jabat tangan hangat tanpa janji yang muluk-muluk. Namun, kesediaan untuk bersinergi sudah menjadi awal yang penting.
Bagi kedua lembaga ini, langkah kecil merupakan bagian dari perjalanan besar untuk memastikan nilai kemanusiaan tetap hidup dan menyala di Kalimantan Timur. Sebab pada akhirnya, kemanusiaan bukan hanya tentang menolong sesama, melainkan juga menjaga kehormatan mereka hingga pada napas terakhir. (titah/mn)







