Bocah 9 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir di Samarinda
SAMARINDA, Netizens.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak sebelum subuh membawa kesedihan bagi keluarga bocah perempuan berusia 9 tahun, Kaisya Savina Wijayati, yang terseret arus banjir hingga tersangkut di bawah jembatan parit, tepat di atas rombong mie ayam, di Jalan Gunung Kapur II RT 14, Lempake, Samarinda Utara, Kota Samarinda pada Sabtu sore (29/11/2025).
Peristiwa mengenaskan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 Wita oleh warga, Siti Rohana (42). Dia mengaku terkejut saat melihat ada bagian tubuh kecil yang tersangkut di parit.
“Tadi saya lihat ada kaos dan kepala nyangkut di parit. Saya kaget, langsung teriak minta tolong,” katanya.
Menurut keterangan warga setempat, keluarga korban baru tiga hari tinggal di kawasan Gunung Kapur. Saat kejadian, Kaisya diketahui sedang bermain air di area banjir tanpa pengawasan orang tua.
Khotib (48), warga Gunung Kapur, menjelaskan bahwa orang tua korban tidak mengetahui sang anak bermain di area rawan tersebut. Mereka sempat mencari keberadaan Kaisya sejak pukul 11.00 Wita sebelum akhirnya ditemukan meninggal mengambang tersangkut di dalam parit.
“Mainan air, orang tua tidak tahu. Tadi sempat dicariin sama adiknya, tidak ketemu. Terus bapaknya ke Prangat. Tidak lama, warga mau masuk rumah, lihat ada kaos sama kepala nyangkut di parit. Melihat itu, warga langsung berteriak meminta pertolongan,” ujar Khotib.
Proses evakuasi jenazah dari dalam parit dilakukan oleh kakek korban, Suwari, dibantu warga dan petugas. Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian saat tubuh kecil itu akhirnya berhasil diangkat.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Kaisya sempat dibawa ke rumah warga. Tak lama, tim Inafis Polresta Samarinda yang mendapat laporan tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans PMI menuju kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Benar, korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia tersangkut di parit. Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan meminta keterangan saksi. Dari hasil sementara, peristiwa ini murni musibah akibat arus banjir,” kata Kasubnit Inafis Aiptu Harry Cahyadi.
Saat akan mengevakuasi korban menuju ambulans, Aiptu Harry Cahyadi sempat menyampaikan dengan suara lantang bahwa tim Inafis membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. “Kita periksa apa penyebab kematiannya, saya tidak mau ada kejadian serupa seperti di kilo 4, yang awalnya dibilang sakit ternyata penganiayaan anak di bawah umur. Saya yang bertanggung jawab untuk dibawa ke rumah sakit AWS, tolong sampaikan ke pihak keluarganya, Inafis Kota Samarinda membawa jenazah,” ucap Buldog, panggilan akrab Aiptu Harry Cahyadi.
Peristiwa banjir yang hingga membawa korban ini kembali menjadi pengingat bagi warga agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan keluarga saat terjadi banjir, terutama di area yang cukup deras jika terjadi hujan lebat.(mn)







