Lima Sekolah di Kutim Terima Adiwiyata Nasional, Bupati Apresiasi, DLH Kutim Terus Lakukan Pembinaan

KUTAI TIMUR – Belum lama ini ada kabar membanggakan. Sebanyak lima sekolah di Kutim sukses mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil penilaian telah ditetapkan 417 Sekolah Adiwiyata Nasional dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.1061/MENLHK/P2SDM/SDM.2/10/2023, dan 134 Sekolah Adiwiyata Mandiri dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.1062/MENLHK/P2SDM/SDM.2/10/2023.
Perlu diketahui, rangkaian acara penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2023 diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 Oktober 2023 di Auditorium Dr Ir Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Kegiatan dirangkai dengan talkshow dengan tema “Peran Para Pihak dalam Mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah” pada hari Senin (16/10/2023). Namun khusus penyerahan penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2023 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi berlangsung pada Selasa (17/10/2023) di tempat yang sama. Pameran dan Coaching Clinic Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup pada tanggal 16-17 Oktober 2023 di selasar gedung.
Prestasi ini turut diapresiasi Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman. Pasalnya, penghargaan diterima oleh lima sekolah sekaligus. Terlebih penghargaan dimaksud merupakan apresiasi tingkat nasional.
“Syukur Alhamdulillah lima sekolah di Kutim sukses meraih penghargaan Adiwiyata Nasional,” kata Bupati.
Satu hal yang patut digaris bawahi menurutnya yaitu prestasi Nasional tersebut tak hanya diraih sekolah di ibukota kabupaten. Melainkan sudah merambah ke sekolah di kecamatan lainnya. Dia berharap prestasi yang diraih ini dapat ditiru oleh sekolah lainnya agar bisa memperoleh prestasi serupa.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Armin Nazar juga mengaku merasa bangga. Kepada media ini dia menyebut sekolah-sekolah yang sukses menggondol Adiwiyata Nasional. Masing-masing adalah SMPN 2 Teluk Pandan, SD dan SMP Dharma Utama keduanya di Muara Wahau. SDN 006 dan SDN 010 Sangatta Utara.
Armin mengaku sangat bangga dan mengapresiasi capaian prestasi ini. Sebab program sekolah adiwiyata memiliki peran strategis dalam peningkatan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Dengan tujuan dan peran tersebut, kontribusi program Adiwiyata terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan sangat mungkin terwujud. Program sekolah adiwiyata memiliki empat aspek dalam pelaksanaannya, yakni aspek kebijakan berwawasan lingkungan, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan, aspek kegiatan berbasis partisipatif dan yang terakhir adalah aspek pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
“Aspek-aspek tersebut berperan dalam mengkondisikan lingkungan sekolah untuk membiasakan perilaku peduli lingkungan siswa dan warga sekolah lainnya. Pendidikan karakter peduli lingkungan hidup merupakan program pendidikan untuk membina anak didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggungjawab terhadap alam dan terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan,” jelas Kadis LH Kutim.
Sehingga peserta didik memiliki pengatahuan, sikap dan perilaku rasional dan bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan hidup. pembangunan berkelanjutan.
Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan DLH Kutim Nurrahmi Asmalia menambahkan, tujuan program adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Maka dari itu, Dinas LH Kutim secara berkesinambungan akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar sekolah-sekolah di Kutim bisa mencapai penghargaan Adiwiyata
“Sekolah yang belum meraih penghargaan dibina agar bisa meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, peraih Adiwiyata kabupaten kemudian bisa meraih Adiwiyata tingkat provinsi, setelah itu Adiwiyata tingkat nasional, selanjutnya Adiwiyata mandiri,” harapnya
Selanjutnya bagi sekolah-sekolah yang sudah pernah mencicipi penghargaan Adiwiyata, Armin berharap ke depan bisa menularkan tips dan strateginya mencapai prestasi tersebut. Sehingga upaya mengakselerasi pencapaian prestasi dimaksud.(Adv/Kominfo/Fj)







