AdvertorialKutai Timur

Isra Mi’raj dan Makna Bulan Haram: Pesan Ardiansyah Sulaiman untuk Umat Muslim

KUTAI TIMUR -Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, didampingi oleh istri yang juga Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menghadiri dan menjadi penceramah dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahman, Jalan Kampung Tengah, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel). Acara ini mengangkat tema “Semangat Isra Mi’raj mendorong manusia untuk beribadah dengan khusyuk, serta menjadikan manusia yang beriman, beradab, dan bertaqwa”.(07/02/2024)

Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang empat bulan suci: Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, yang dikenal sebagai bulan haram. “Mengapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram?” Ardiansyah menjelaskan bahwa istilah “bulan haram” memiliki dua makna. Pertama, pada bulan-bulan tersebut, berbagai pembunuhan diharamkan, seperti yang juga diyakini oleh orang-orang Jahiliyyah. Kedua, larangan terhadap perbuatan haram lebih ditekankan pada bulan-bulan tersebut karena keagungannya.

“Bulan-bulan ini adalah waktu yang sangat baik untuk melaksanakan amalan ketaatan. Para salaf (generasi awal Muslim) pun sangat suka berpuasa pada bulan haram,” terang Ardiansyah.

Ardiansyah juga menekankan bahwa dosa yang dilakukan di bulan haram akan dilipatgandakan, begitu juga dengan pahala bagi perbuatan baik. “Sebagai umat Muslim, kita memiliki kesempatan untuk melipatgandakan pahala,” tambahnya, di hadapan Camat Sangsel Abbas, Lurah Singa Geweh Supriyanto, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Menyinggung tentang Isra Mi’raj, Ardiansyah menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan pembelajaran berharga bagi umat Muslim di seluruh dunia. “Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis, dan dari bumi menuju ke Sidratul Muntaha,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peringatan setiap tanggal 27 Rajab Hijriah ini dianggap sebagai hadiah Allah SWT untuk Rasul-Nya, yang sedang dilanda kesedihan akibat kehilangan istri dan paman tercintanya. “Isra Mi’raj merupakan cara Allah SWT untuk menghibur hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menghadapi tekanan dari internal dan eksternal,” tutup Ardiansyah.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button