Kutai TimurPolitik

Mengapa Sayid Anjas Bukan Asti: ini Klarifikasi Rudi Hartono

KUTAI TIMUR – Rudi Hartono, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kutim, memberikan klarifikasi terkait pelantikan Sayyid Anjas sebagai Wakil Ketua DPRD Kutim. Menurutnya hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan usulan yang dibuat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam pengajuan yang dilakukan.

 

Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin, 30 September 2024, di salah satu cafe di Sangatta Utara, Rudi menegaskan adanya kesalahan dalam penempatan jabatan Asti Mazar Bulang. Yakni, yang seharusnya sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Kutim, malah tertulis sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Bontang.

 

“Setelah kami telusuri, ditemukan kesalahan dari surat DPD Kaltim ke DPP. Seharusnya Bu Asti adalah Bendahara Golkar Kutai Timur, Sayid Anjas menjabat sebagai Sekretaris Golkar Kutai Timur, dan Hasna merupakan Wakil Ketua DPD Golkar Kutai Timur. Namun, dalam usulan yang dikirimkan, Bu Asti malah tercatat sebagai Bendahara DPD Golkar Bontang,” jelas Rudi Hartono.

 

Rudi juga menyinggung soal perolehan suara dalam pemilihan calon legislatif. Berdasarkan data, Asti memperoleh 3.796 suara, Sayid Anjas 3.077 suara, dan Hasna 2.876 suara. Dalam mekanisme Partai Golkar, pleno merupakan tahapan penting dalam pengusulan calon, dan meskipun hanya syarat administratif, suara terbanyak tetap menjadi prioritas utama.

 

“Mekanisme di Golkar memang memprioritaskan suara terbanyak. Bu Asti dan Anjas, selisih suara mereka sekitar 700 lebih. Namun, pengusulan calon tetap melalui pleno,” tegas Rudi.

 

Ia juga menekankan pentingnya kriteria dalam penentuan calon yang akan menjadi pimpinan. Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga menyampaikan bahwa pendidikan calon dan loyalitas terhadap partai juga menjadi pertimbangan penting dalam penentuan posisi ataupun kandidat unsur pimpinan.

 

“Kami selalu suarakan bahwa calon yang jadi, terutama yang masuk unsur pimpinan, haruslah kader partai, aktif dalam kepengurusan harian, Strata pendidikan yang mencukupi, dan memiliki perolehan suara terbanyak. Hal ini sejalan dengan arahan Ketua DPD Kaltim, Rudy Mas’ud, yang menyatakan bahwa suara terbanyak akan mendapatkan prioritas.”tutupnya.(𝓣𝔂)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button