AdvertorialDPRD

Pentingnya Edukasi Penggunaan Lahan di Kawasan Konservasi untuk Hindari Konflik Hukum

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan lahan di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kutai (TNK) kembali disorot oleh Yosep Udau, Anggota DPRD Kutai Timur, Komisi B (Bidang Ekonomi dan Keuangan). Ia menekankan bahwa kurangnya sosialisasi aturan dapat memicu konflik hukum antara warga dan pemerintah.

“Masyarakat sering tidak memahami batasan dan aturan di kawasan konservasi. Mereka tidak tahu bahwa aktivitas tertentu di lahan tersebut dapat melanggar hukum. Akibatnya, sering kali mereka terkena pidana karena ketidaktahuan,” ujar Yosep dalam wawancara baru-baru ini.

Yosep juga menyoroti perlunya pendekatan yang manusiawi dalam menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, masyarakat yang sudah lama mengelola lahan tidak seharusnya diusir secara paksa. Sebaliknya, pemerintah perlu mencari solusi yang mendukung kehidupan warga tanpa melanggar regulasi.

“Kita tidak bisa mengusir masyarakat yang sudah tinggal dan bertani di kawasan itu. Pemerintah harus mengambil tanggung jawab dengan berkoordinasi ke tingkat provinsi atau pusat untuk mencari jalan keluar. Edukasi juga harus dilakukan agar mereka memahami aturan yang berlaku,” tegas Yosep.

Hal senada disampaikan Dr. Novel Tyty Pembonan, anggota Komisi C (Bidang Pembangunan), yang juga menyoroti pentingnya pendekatan proaktif pemerintah. Ia menyarankan agar pemimpin desa hingga tingkat kecamatan diberdayakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

“Setiap desa seharusnya memiliki profil yang memuat kondisi geografis, potensi lahan, dan statusnya. Dengan begitu, kita bisa tahu mana lahan yang boleh dimanfaatkan dan mana yang tidak. Ini akan mempermudah sosialisasi dan mengurangi konflik,” ungkap Dr. Novel.

Dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang menyeluruh, Yosep berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga kawasan konservasi sekaligus tetap mendapatkan hak mereka atas lahan yang sudah lama dikelola. “Jangan sampai ketidaktahuan mereka menjadi alasan untuk konflik yang seharusnya bisa dihindari,” tutupnya.(Adv-DPRD/Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button