Distribusi Penyakit di Kutai Timur: Fokus pada Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Tantangan Lainnya

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kabupaten Kutai Timur, salah satu wilayah di Kalimantan Timur, menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks. Menurut Bahrani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, distribusi penyakit di wilayah ini menunjukkan pola yang serupa dengan tren nasional. Penyakit saluran pernapasan seperti batuk dan pilek masih mendominasi sebagai penyakit terbanyak. Namun, perhatian utama saat ini diarahkan pada pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yang menunjukkan angka yang signifikan.
“Di antara PTM, kasus diabetes (kencing manis) dan hipertensi (darah tinggi) terus meningkat,” ungkap Bahrani. Ia menjelaskan bahwa PTM seperti ini seringkali berkembang selama bertahun-tahun tanpa disadari, hingga akhirnya memicu komplikasi serius seperti gagal ginjal, stroke, atau amputasi. “Penyakit-penyakit ini sebenarnya bisa dicegah sejak dini dengan deteksi dan perubahan gaya hidup,” tambahnya.
Untuk menekan angka PTM, pemerintah Kutai Timur menerapkan program integrasi layanan primer yang berfokus pada pencegahan. Melalui program ini, masyarakat produktif berusia 15 hingga 59 tahun dianjurkan melakukan screening kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengukuran gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan faktor risiko lainnya. Hasil dari screening ini menjadi dasar untuk memberikan edukasi gaya hidup sehat.
Tidak hanya PTM, penyakit menular seperti HIV/AIDS juga menjadi perhatian khusus. “Kami memiliki program Mobile PCT (Pelayanan Konseling dan Tes) untuk menjangkau masyarakat rentan, terutama di daerah terpencil,” kata Bahrani. Ia menekankan pentingnya akses terhadap pengobatan antiretroviral (ARV) bagi penderita HIV. Dengan pengobatan rutin, tingkat virus dalam tubuh dapat ditekan sehingga risiko penularan diminimalkan.
Tantangan lainnya adalah keterbatasan tenaga kesehatan di Kutai Timur. Saat ini, daerah tersebut kekurangan tenaga ahli seperti dokter spesialis, ahli gizi, dan petugas kesehatan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bekerja sama dengan Universitas Mulawarman dalam program beasiswa bagi putra-putri daerah untuk menjadi tenaga medis yang siap ditempatkan di Kutai Timur.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Kutai Timur untuk meningkatkan layanan kesehatan dan mengendalikan penyebaran penyakit. Dengan kolaborasi masyarakat dan pemerintah, diharapkan distribusi penyakit dapat dikelola lebih baik, sehingga kualitas hidup masyarakat Kutai Timur semakin meningkat. (Adv-Kominfo/Ty)







