Proyek Penting Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Capai Target 2024

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur, salah satu daerah dengan pertumbuhan infrastruktur yang pesat di Kalimantan Timur, terus menunjukkan komitmen dalam menyediakan layanan dasar bagi masyarakatnya. Plt Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur, Joni Abdi Setia, mengungkapkan sejumlah pencapaian penting pada tahun 2024, terutama dalam bidang pengelolaan air bersih.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Menurut Joni, proyek tersebut berhasil mencapai 100% penyelesaian, termasuk tahap uji komisioning, hingga November 2024. IPA yang telah dibangun berlokasi di Kabo dan Disangkima, sedangkan SPAM telah menjangkau tiga kecamatan, yaitu Kaubun, Karangan, dan Bengalon. Sistem air minum ini nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Proyek SPAM dan IPA ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami memastikan sistem sudah siap digunakan dengan pengujian menyeluruh,” ujar Joni dalam wawancara khusus.
Dinas PU Kutai Timur juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 triliun untuk tahun 2024. Anggaran tersebut mencakup proyek multi-years serta program yang disesuaikan melalui perubahan anggaran murni. Dengan ketersediaan anggaran ini, Dinas PU optimistis dapat mencapai target progres fisik dan keuangan hingga 80%.
“Anggaran ini kami kelola dengan baik untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Joni.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya Dinas PU dalam memprioritaskan pelayanan dasar, seperti akses air bersih, yang menjadi salah satu kebutuhan mendesak di Kutai Timur. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak turut menjadi kunci kelancaran proyek ini.
Dengan capaian ini, Dinas PU Kutai Timur berharap pelayanan infrastruktur dasar semakin merata dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung visi pembangunan daerah. “Target kami jelas, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang layak dan berfungsi optimal,” tutup Joni. (Adv-Kominfo/Ty)







