AdvertorialDPRD

Pandi Widianto Dorong Hilirisasi Biodiesel Sawit untuk Atasi Kelangkaan BBM di Kutai Timur

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Anggota DPRD Kutai Timur Komisi C, Pandi Widianto, menekankan pentingnya pengembangan hilirisasi sektor perkebunan sawit sebagai solusi strategis menghadapi tantangan ekonomi daerah di masa depan. Menurutnya, hilirisasi sawit, terutama dalam produksi biodiesel, dapat menjadi langkah signifikan untuk mendiversifikasi ekonomi Kutai Timur yang selama ini bergantung pada sektor tambang.

“Secara keunggulan, yang paling siap hari ini adalah perkebunan sawit. Kita harus bicara soal bagaimana hilirisasi sawit itu tidak hanya menjadi minyak goreng, tetapi juga biodiesel,” ujar Pandi Widianto dalam keterangannya baru-baru ini.

Dia menyoroti bahwa biodiesel dari sawit bisa menjadi jawaban atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap terjadi di Kutai Timur dan Kalimantan Timur secara umum. “Jika kita bisa mendorong hilirisasi biodiesel, ini akan menjadi salah satu opsi terbaik untuk mengurai tingginya harga bahan bakar. Kutai Timur dengan sumber daya sawitnya yang luar biasa memiliki peluang besar untuk mewujudkan hal ini,” tambahnya.

Hilirisasi biodiesel juga sejalan dengan visi pemerintah pusat yang kini tengah mendorong penggunaan biodiesel dari B30 ke B50. Pandi menyebut, pembangunan pabrik biodiesel di Kutai Timur akan menjadi tonggak penting untuk mendukung visi ini.

Namun, Pandi mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi sawit juga memerlukan dukungan kuat terhadap program replanting atau peremajaan kebun sawit, terutama bagi kebun plasma milik masyarakat. “Kebun sawit masyarakat harus mendapat perhatian khusus karena bicara replanting itu membutuhkan anggaran besar. Kami berharap pemerintah dan perusahaan swasta bisa bersama-sama mendukung kebun plasma agar tetap produktif,” ungkapnya.

Dia menegaskan, hilirisasi sawit tidak hanya soal memanfaatkan potensi yang ada, tetapi juga perluasan perkebunan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi Kutai Timur di masa depan. “Kita tidak boleh bergantung lagi pada tambang. Jadi, yang ada harus dimaksimalkan, dan yang belum harus ditambah,” tutupnya.

Dengan upaya ini, DPRD Kutai Timur berharap sektor perkebunan sawit mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam pengembangan energi terbarukan. (Adv-DPRD/Ty)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button