Program Perumahan MBR di Kutai Timur: Solusi Hunian Terjangkau untuk Masyarakat

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kutai Timur terus berkomitmen memberikan solusi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program perumahan yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dengan harga terjangkau, terutama bagi warga yang belum memiliki rumah.
Kepala Bidang Perumahan Umum, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kutai Timur, Asran Lode, mengungkapkan bahwa saat ini beberapa lokasi perumahan MBR sudah berjalan dengan baik. Beberapa di antaranya berada di Jalan Pendidikan, Jalan Simono Gang Jogja, Soekarno Hatta, dan Kanal 3. “Khusus di Soekarno Hatta, lokasi ini cukup aman dari banjir dan sangat cocok untuk keluarga muda yang baru memulai kehidupan rumah tangga,” ujar Asran Lode dalam wawancara baru-baru ini.
Hingga kini, ribuan unit rumah di berbagai lokasi telah terjual. Rumah-rumah tersebut didesain dengan tipe 36 yang menjadi standar utama program ini. Harga per unit rata-rata Rp190 juta, tergantung pada lokasi dan fasilitas yang disediakan. Meski demikian, beberapa lokasi, seperti di Soekarno Hatta, menawarkan harga yang lebih tinggi, yakni hingga Rp250 juta. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh tambahan biaya pajak dan sertifikat.
Asran Lode menambahkan bahwa pengembang MBR hanya diwajibkan menyediakan lahan untuk fasilitas umum, bukan membangun sarana seperti masjid atau pos ronda. “Untuk perumahan MBR, kewajibannya lebih ringan dibandingkan perumahan komersial. Mereka hanya perlu menyediakan lahan, sementara fokus utama adalah menyediakan rumah dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan bahwa program ini memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Syarat utama penerima manfaat adalah belum memiliki rumah dan memiliki pendapatan maksimal Rp8 juta. Program ini bertujuan membantu masyarakat yang kesulitan membeli rumah secara mandiri,” kata Asran Lode.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait kualitas infrastruktur perumahan. Beberapa warga mengeluhkan minimnya fasilitas dan kualitas bangunan. Pemerintah berjanji akan terus mengevaluasi dan memastikan pengembang mematuhi standar yang telah ditetapkan.
Program perumahan MBR ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah Kutai Timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi kesenjangan akses terhadap hunian layak. (Adv-Kominfo/Ty)







