BPSDM Kaltim Gelar Rakernis Pengembangan Kompetensi ASN

BALIKPAPAN, Netizens.id – Untuk mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” serta menjalankan misi Pembangunan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan pelatihan, BPSDM Kaltim berkomitmen konsisten dalam mengembangkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang merupakan bagian integral dalam merealisasikan tujuan dimaksud. Rakernis dihadiri oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta satuan yang menangani pengembangan sumber daya aparatur.
Turut mengikuti Rakernis adalah para Kepala UPTD yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten/Kota se-Kaltim.
Hadir dalam Rakernis tersebut, Syafruddin Pernyata dan Bere Ali selaku Penjamin Mutu pada BSDM Kaltim. Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini digelar pada Rabu (10/9/2025) di Hotel Platinum, Balikpapan.
Pembukaan Rakernis secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim yang diwakili Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Kaltim, Ismiati.
Dalam sambutan tertulis Sekda Provinsi Kaltim mengingatkan bahwa meskipun kondisi keuangan negara dan daerah mengalami penurunan, namun karena BPSDM memiliki mandatory spending sebesar 0,34% dari total belanja daerah, diharapkan alokasi anggaran tahun 2026 tidak mengalami dampak.
Ismiati menambahkan bahwa ASN harus mampu berperan sebagai problem solver dalam memberikan pelayanan publik.
Pada kesempatan terpisah, Plt. Asisten Administrasi Umum, Ismiati yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sistem Pembelajaran Terintegrasi dalam Pengembangan Kompetensi ASN. Regulasi ini mengukuhkan implementasi Kaltim Corporate University (Kaltim CorpU), sebuah pendekatan strategis dalam manajemen pembelajaran aparatur.
Kaltim CorpU, menurut Ismi, bukan sekadar fasilitas pelatihan, tetapi merupakan sarana pengembangan kompetensi, pengetahuan dan kebijakan di level individu maupun organisasi.
“Melalui pendekatan ini, Pemprov Kaltim berupaya memastikan bahwa setiap ASN mendapatkan pengembangan kompetensi yang tepat sasaran, sesuai dengan standar jabatan, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta menunjang misi pembangunan daerah”, tegas Ismiati.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, selaku Panitia Penyelenggara memaparkan bahwa maksud penyelenggaraan Rakernis adalah untuk melaksanakan pengembangan kompetensi SDM berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) guna mewujudkan ASN Kalimantan Timur yang kompeten, profesional dan berorientasi pada kinerja.
Nina Dewi menjelaskan lebih lanjut bahwa tujuan Rakernis adalah memastikan pengembangan kompetensi ASN di Kaltim lebih terarah, efektif dan berbasis kebutuhan riil organisasi serta memperkuat peran BPSDM Kaltim dalam mendorong sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dengan BKPSDM Kabupaten/Kota se Kaltim.
Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim sebagai salah satu peserta menyampaikan bahwa Tema Rakernis adalah “Pengembangan Kompetensi Berbasis Analisis Kebutuhan untuk Peningkatan Kinerja ASN Kalimantan Timur”.
Setelah pembukaan resmi, para peserta menyimak paparan dari dua narasumber, yakni dari Biro Organisasi Setda Provinsi Kaltim dan Tim BPSDM Kaltim. Agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penandatanganan kesepakatan dengan para pihak.(*/mn)







