Peristiwa Daerah

Lomba Mancing Udang Galah Sungai Sangatta Sisakan Kekecewaan terhadap Pemda

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Lomba mancing udang galah yang digelar di Sungai Sangatta dalam rangkaian HUT Kutai Timur diikuti sekitar 186 peserta. Namun, kegiatan yang disponsori PT Kaltim Prima Coal (KPC) senilai Rp36 juta ini menyisakan kekecewaan terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah pada pelestarian sungai bersejarah tersebut.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Udang Galah Borneo Sangatta, Roni, mengatakan jumlah peserta berkurang dari 105 pendaftar awal menjadi 70 orang setelah daftar ulang karena kondisi cuaca kurang bagus. Begitu juga peserta yang berperahu, dari 70 kelompok peserta tersisa 58 kelompok peserta. Peserta terdiri dari pemancing di pinggiran sungai dan yang menggunakan perahu.

“Ini perdana. Mancing udang ini perdana. Artinya selain mancing udang, kami juga peduli dengan kebersihan sungai,” kata Roni saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (26/10/2025).

Peserta lomba tidak hanya dari Sangatta, tetapi juga Tenggarong. Roni yakin jika persiapan lebih matang dan mendapat dukungan sejak awal, peserta bisa mencapai 500 orang. Komunitas berencana menjadikan lomba ini agenda tahunan sebagai bentuk komitmen pelestarian Sungai Sangatta.

Dalam kesempatan itu juga, Roni menyebut Sungai Sangatta yang dulunya menjadi jalur utama perkembangan kota kini terabaikan. Komunitas mengajukan dua proposal kepada pemerintah, namun diabaikan.

“Kami masyarakat yang cukup lama di sini, paham kondisi Sungai Sangatta dulu. Kami nekat masuk walaupun belum siap secara SDM supaya pemerintah melihat. Kalau kami tidak ada, tambah tidak dilihat lagi,” keluhnya.

Komunitas menawarkan diri untuk membantu pemerintah dalam pemasangan himbauan dan pengawasan terhadap perusak ekosistem sungai, bahkan tanpa imbalan. “Kami siap diperlibatkan walaupun tidak dikasih duit,” kata Roni.

Menambahkan, Ketua Juri, Idul, menjelaskan lomba memiliki beberapa kategori penilaian, termasuk jackpot untuk udang galah supit biru dan kuning terberat, serta kategori udang timbangan terberat dan jumlah terbanyak. Hadiah dibedakan antara pemancing perahu yang menyewa dengan pemancing pinggiran.

Idul menegaskan kegiatan ini lebih dari sekadar lomba, melainkan gerakan penyelamatan ekosistem. “Udang galah di sungai ini sebenarnya banyak dan besar-besar, tapi gara-gara penyetrum dan peracun sudah susah didapat,” ungkapnya.

Ia menyerukan perlunya patroli sungai dan penegakan hukum. “Kami akan turun langsung membersihkan sungai. Tapi pemerintah harus menindak tegas pelaku penyetrum, peracun, dan pembuang sampah di sungai,” tegas Idul.

Sebelumnya, anggota panitia, Iwan “Jhonkey”, mengungkapkan kegiatan ini sepenuhnya mengandalkan sponsor swasta tanpa dana pemerintah. Bahkan pembayaran dari KPC baru akan cair pada Februari 2026. Ia juga mengkritisi kesenjangan perhatian pemerintah terhadap event lokal.

“Setiap ada event di luar itu mudah memberikan sesuatu yang wah, sedangkan teman-teman di sini seperti tersisihkan. Untung ada KPC yang memberi sumbangan,” katanya.

Ia juga menyoroti profesionalisme penyelenggaraan event pemerintah, khususnya jalan sehat yang memicu keributan akibat posting hadiah Rp50 juta. “Dari pihak pemerintah kalau bisa lebih profesional lagi. Jangan posting hadiah besar yang membuat masyarakat berburu, tapi pantianya tidak siap,” kritik Roni.

Ia mendukung langkah dari Roni dan Idul yang siap turun menjaga ekosistem Sungai Sangatta dengan segala keterbatasan. Iwan juga berharap pemerintah serius memperhatikan dan merawat keberlangsungan event yang menurutnya dapat menjadi ikon Sangatta kedepannya dan berpotensi menjadi salah satu bentuk wisata daerah.

“Ini jika diseriusi oleh pemerintah bisa menjadi wisata unggulan kedepannya, semoga pemerintah dapat melihat hal ini dengan seksama. Karena event ini tak hanya dapat dilihat sebagai salah satu contoh wisata, tapi juga sebagai salah satu cara menyelamatkan Sungai Sangatta yang kondisinya semakin kotor,” paparnya.(Q).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button