Lanal Banyuwangi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Kedelai Garuda Merah Putih

BANYUWANGI, Netizens.id – Pangkalan TNI AL Banyuwangi berkolaborasi dengan petani Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, terus memperkuat ketahanan pangan melalui penanaman kedelai di lahan seluas 60 hektare.
Lahan yang digunakan berada di kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, tepatnya di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Inisiatif ini diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan produksi kedelai di wilayah tersebut.
Aktivitas penanaman kedelai dimulai sejak pertengahan tahun 2025 dengan dua periode, yaitu pada bulan Juli dan Oktober. Hingga saat ini, sekitar 20 hektare lahan telah ditanami kedelai, dengan mayoritas (19 hektare) menggunakan varietas kedelai hitam, sedangkan satu hektare sisanya ditanami dengan kedelai Garuda Merah Putih, yang merupakan varietas unggulan dari TNI AL.
Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Danlanal Banyuwangi, menyatakan bahwa tanaman kedelai Garuda Merah Putih yang ditanam di lahan tersebut sudah mulai memasuki tahap panen. “Pada akhir September, tanaman kedelai di luas lahan sekitar 1 hektare sudah dalam proses panen. Proses panen diperkirakan berlangsung selama sebulan mendatang,” ujarnya.
Kedelai Garuda Merah Putih, yang memiliki masa panen relatif singkat (90 hari setelah masa tanam), menjadi fokus utama dalam program ketahanan pangan TNI AL. Menurut Puji, hasil panen kedelai Garuda Merah Putih diperkirakan lebih melimpah dibandingkan varietas kedelai biasa.
Sebagai perbandingan, pada panen raya kedelai Garuda Merah Putih di Lampung yang dilakukan pada hari yang sama, kedelai ini menghasilkan 3-4 ton per hektare, sementara itu, kedelai biasa hanya menghasilkan sekitar 1 hingga 1,2 ton per hektare.
TNI AL juga telah berkoordinasi dengan Kepala Bulog untuk memastikan hasil panen kedelai dapat terserap dengan baik.
“Jika hasil panen saat ini, maupun yang akan datang dengan luas lebih dari 50–60 hektare, sudah tersedia, maka Bulog akan berupaya menyerap hasil panen tersebut,” jelas Puji.
Dengan adanya sinergi antara TNI AL, petani, dan Bulog, pihaknya berharap para petani mendapatkan harga jual yang layak dan hasil panen yang terserap maksimal.(*)







