Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp 87,4 Juta, Jemaah Bayar Rp 54,1 Juta
JAKARTA, Netizens.id — Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 telah disepakati sebesar Rp 87,4 juta dengan BIPIH (biaya yang harus dibayar per jemaah) sebesar Rp 54,1 juta.
Hal ini disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidato rapat paripurna pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Puan mengatakan pihaknya berkomitmen mengawal pelaksanaan ibadah haji berjalan transparan. Selain itu, dia menegaskan penyelenggaraan ibadah haji harus berkeadilan untuk semua calon jemaah.
“Penetapan BPIH tahun 2026 ini diharapkan menjadi wujud keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan kemampuan finansial jemaah haji Indonesia,” kata Puan Maharani.
Sebelumnya diketahui Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati besaran biaya haji per anggota jemaah untuk 2026. Hasilnya disepakati bahwa biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 87,4 juta ditetapkan saat pelaksanaan rapat di Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025). BPIH 2026 ini turun sebesar Rp 2 juta dibanding dengan BPIH 2025 senilai Rp 89,4 juta.
“Komisi VIII DPR RI dan Menteri Haji Umrah Republik Indonesia sepakat bahwa besaran rata-rata BPIH tahun 2026 masehi per jemaah reguler sebesar Rp 87.409.365,” kata Marwan membacakan keputusan panja dalam rapat tersebut.
Rata-rata Bipih atau biaya yang harus dibayar per jemaah nantinya sebesar Rp 54.193.806,58 atau sebesar 62 persen dari keseluruhan BPIH. Angka itu turun Rp 1,2 juta dari tahun lalu.
“Biaya perjalanan Bipih atau yang ditanggung langsung oleh jemaah rata-rata per jemaah sebesar Rp 54.193.806,58 atau sebesar 62 persen dari keseluruhan BPIH,” ujarnya.
Hidayat Nur Wahid (HNW), Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS yang bermitra dengan Kementerian Haji dan Umrah, menyampaikan persetujuan Fraksi PKS atas penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 M sebesar Rp87.409.366 per jemaah. Angka ini turun sekitar Rp2 juta dari BPIH tahun 2025 yang sebesar Rp89.410.258.
Sementara itu, biaya haji yang dibayarkan oleh calon jemaah sebesar Rp54.194.366, turun sekitar Rp1,2 juta dari Rp55.431.750 di tahun 2025.
HNW mengungkapkan usulan awal Pemerintah untuk biaya haji tahun 2026 sebesar Rp88.409.365 (BPIH) dan Rp54.924.000 (Bipih). Nominal usulan awal dari Kementerian Haji dan Umrah tersebut sudah lebih rendah dari tahun 2025. Namun akhirnya, Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI berhasil memperjuangkan tambahan penurunan menjadi Rp87.409.366.
Ia juga menegaskan agar calon jemaah haji yang tahun lalu sudah lunas membayar BPIH namun belum berangkat karena alasan tertentu, diprioritaskan berangkat tahun 2026, dan kelebihan pembayarannya dikembalikan. Usulan ini disetujui oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Saya mengapresiasi perjuangan Komisi VIII DPR RI dengan Panja Biaya Penyelenggaraan Hajinya yang, meski dalam masa reses, tetap maksimal melaksanakan rapat kerja maraton dengan Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.
Fase Pemberangkatan
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengungkapkan berdasarkan jadwal, jemaah haji gelombang pertama akan mulai diberangkatkan dari Tanah Air ke Madinah pada 22 April 2026. Dan gelombang kedua akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 atau 20 Dzulqa’dah 1447 H, langsung menuju Makkah Al-Mukarramah.
“Gelombang kedua (II) akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 atau 20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah langsung menuju Makkah Al-Mukarramah,” ujar Ichsan saat dikonfirmasi, Rabu (5/11/2025) sebagaimana dilansir kontan.co.id.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 8 Dzulhijjah 1447 H (25 Mei 2026), saat jemaah bergerak menuju Arafah, dan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H (26 Mei 2026).
Sementara itu, fase pemulangan jemaah haji akan dimulai pada 1 Juni 2026 dan berakhir 1 Juli 2026, bertepatan dengan 16 Muharram 1448 Hijriah.
Jadwal lengkap haji 2026
Berikut detail jadwal rencana perjalanan Haji 2026:
– 21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) jemaah masuk Asrama Haji
– 22 April 2026 (5 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
– 1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
– 6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
– 7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
– 15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
– 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
– 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 Hijriah) pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah
– 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 Hijriah) wukuf di Arafah
– 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Idul Adha
– 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq I
– 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq II
– 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq III
– 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
– 15 Juni 2026 (29 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
– 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
– 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah) pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air, dan
– 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah) jemaah haji gelombang II tiba di Tanah Air.(*/mn)







