Disdikbud Kutim Dorong Perusahaan Dirikan PAUD untuk Perluas Akses Pendidikan Dini

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung penguatan dan perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah operasional masing-masing, Kamis (13/11/2025).
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menyatakan bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan dasar, terutama bagi anak karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan.
“Sejumlah perusahaan di Kutai Timur sudah mulai menginisiasi pendirian PAUD. Langkah ini tentu kami apresiasi, dan Disdikbud siap memberikan pendampingan baik terkait proses perizinan maupun pemenuhan standar penyelenggaraan,” ujar Heri.
Ia mencontohkan PT Fan Indonesia, yang baru-baru ini menjalin koordinasi dengan Disdikbud. Perusahaan tersebut sebelumnya telah mengoperasikan fasilitas pendidikan tingkat sekolah dasar dan kini berencana menambah unit PAUD untuk melengkapi layanan pendidikan di area perusahaan.
“Kami akan memberikan panduan teknis, sembari menunggu pengajuan resmi sebelum dilakukan studi kelayakan di lapangan,” jelasnya.
Heri juga menyoroti keberhasilan TK Tridaya Harapan di Kecamatan Sangkulirang sebagai contoh nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Pendirian TK tersebut didampingi penuh oleh Disdikbud, mulai dari perencanaan bangunan, penyusunan kurikulum, hingga perekrutan pendidik.
Menurut Heri, dukungan perusahaan sangat penting untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
“Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi. Mereka juga perlu mengambil peran dalam tanggung jawab sosial, termasuk menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak karyawan,” tegasnya.
Ia menuturkan, keberadaan PAUD di lingkungan perusahaan membawa banyak manfaat, baik bagi anak maupun orang tua yang bekerja.
“PAUD bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pengasuhan serta pembentukan karakter sejak usia dini,” tambahnya.
Heri berharap lebih banyak perusahaan mengikuti langkah serupa agar kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari pendidikan usia dini.
“Jika setiap perusahaan memiliki PAUD atau taman asuh anak, tentu akan memberikan dampak besar bagi tumbuhnya generasi yang lebih siap, sehat, dan berkualitas,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)







