Advertorial

Kerusakan Jalan di Kutai Timur Dipicu Faktor Alam dan Beban Kendaraan Berlebih

KUTAI TIMUR, Netizens.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur, Joni Setia Abadi, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di wilayah Kutai Timur disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi alam hingga aktivitas kendaraan berat yang melampaui batas beban jalan.

Menurut Joni, tingginya curah hujan di wilayah Kalimantan Timur turut mempercepat kerusakan jalan. “Curah hujan yang tinggi membuat tanah mudah lembek dan jenuh air. Kondisi ini memengaruhi kekuatan struktur jalan,” ujarnya, Jum’at (14/11/2025).

Ia menambahkan, secara teknis, struktur tanah di Kutai Timur didominasi oleh jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibatnya, jalan menjadi mudah retak, bergelombang, hingga mengalami longsor di beberapa titik.

Selain faktor alam, Joni juga menyoroti dampak beban berlebih kendaraan perusahaan, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. “Jalan kita direncanakan untuk beban tertentu. Ketika dilalui kendaraan dengan tonase berlebih, struktur di bawah jalan menjadi jenuh dan akhirnya pecah,” jelasnya.

Ia menegaskan, meski kualitas pembangunan jalan sudah memenuhi standar, beban kendaraan yang berlebih menjadi faktor utama penyebab jalan cepat rusak. Karena itu, Dinas PUPR bersama pemerintah daerah terus mengimbau agar perusahaan pengguna jalan ikut menjaga kondisi jalan dengan mematuhi batas tonase yang berlaku.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dunia usaha juga berkontribusi memperbaiki dan merawat jalan di sekitar wilayah operasional mereka,” kata Joni.

Upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan terus dilakukan secara berkala oleh Dinas PUPR. Namun, Joni mengingatkan bahwa keberlanjutan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pembangunan, tetapi juga kesadaran bersama dalam menjaga kondisi jalan agar tetap layak dan berumur panjang.(Adv/Kominfo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button