Ekspor Pisang Kepok Grecek Kutim Terkendala Kapasitas Produksi dan Infrastruktur
KUTAI TIMUR, Netizens.id – Meskipun menjadi salah satu komoditas unggulan hortikultura, ekspor pisang Kepok Grecek asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi sejumlah tantangan. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan bahwa permintaan dari pasar luar negeri cukup tinggi, namun kemampuan produksi daerah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.
“Permintaan dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika, sebenarnya besar. Tapi kapasitas produksi kita masih terbatas,” jelas Wahyudi, Senin (17/11/2025).
Ia menyebutkan, ekspor pisang Kepok Grecek masih berlanjut, namun volumenya tidak sebesar distribusi untuk pasar domestik, baik lokal, regional, maupun nasional.
Selain kendala kapasitas, hambatan utama yang dihadapi adalah belum tersedianya pelabuhan ekspor di wilayah Kutai Timur. Selama ini, pengiriman ke luar negeri masih bergantung pada pelabuhan di luar Kalimantan Timur. Kondisi ini dinilai membuat proses ekspor menjadi lebih lama dan biaya logistik meningkat.
“Pelabuhan ekspor kita masih tercatat di luar Kaltim. Jadi rantai distribusinya cukup panjang. Harapan kita, jika nanti Pelabuhan Maloy (KMK Maloi) bisa difungsikan penuh, maka waktu dan biaya pengiriman akan jauh lebih efisien,” ujarnya.
Wahyudi menambahkan, DTPHP Kutim terus melakukan pembinaan kepada petani agar mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi. Sementara urusan perdagangan dan ekspor akan didukung melalui koordinasi lintas dinas dengan Dinas Perdagangan.
“Kami di bidang hortikultura fokus membina petani untuk menghasilkan pisang berkualitas ekspor. Kalau kualitas dan kontinuitas terjaga, peluang pasar luar negeri akan lebih mudah kita kembangkan,” tutupnya.
Dengan potensi yang besar dan dukungan infrastruktur yang memadai di masa depan, pisang Kepok Grecek Kutim diharapkan mampu menjadi komoditas ekspor andalan daerah.(Adv/Kominfo)







