Pemkab Lumajang Selamatkan 161 Ternak, 143 Ekor Mati Akibat Erupsi Semeru

LUMAJANG, Netizens.id – Penanganan sektor peternakan dipercepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jatim, sebagai bagian dari respons menyeluruh terhadap dampak erupsi Gunung Semeru. Selain mengutamakan keselamatan warga, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penyelamatan dan pemulihan aset ekonomi masyarakat melalui penyediaan pakan untuk ternak yang telah dievakuasi.
Endra Novianto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, menjelaskan bahwa intervensi cepat berupa distribusi pakan ternak dilakukan untuk mempertahankan kondisi hewan tetap stabil di masa darurat.
“Ternak menjadi bagian penting dari mata pencaharian warga di lereng Semeru, sehingga keberlangsungannya berpengaruh langsung pada pemulihan pascabencana,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/11/2025).
Sampai saat ini, tim lapangan telah mengevakuasi 161 ekor kambing-domba dari dua wilayah terdekat dengan zona bahaya, yakni Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, serta wilayah eks Dusun Kajarkuning, yang sejak Agustus 2025 telah masuk dalam administrasi Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Penetapan batas wilayah baru ini mempermudah proses penyaluran bantuan karena alur koordinasi telah disesuaikan dengan struktur pemerintahan terbaru.
Di tengah proses evakuasi, pemerintah juga mencatat kerugian besar pada sektor peternakan. Berdasarkan data sementara kematian ternak per Kamis, 20 November 2025 hingga pukul 15.00, sebanyak empat ekor sapi dan 139 ekor kambing domba di desa Supiturang, Pronojiwo mati akibat guguran abu vulkanik.
Endra menegaskan bahwa pemkab melakukan tindakan berlapis karena dampak bencana tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga masa depan ekonomi mereka.
“Ketika ternak warga selamat, maka ada harapan yang ikut bertahan. Pemberian pakan bukan hanya soal menjaga hewan tetap hidup, tetapi memastikan roda ekonomi keluarga tak ikut terhenti,” tegasnya.
Selain bantuan pakan, Pemkab Lumajang melaksanakan pemeriksaan kesehatan intensif, penguatan kandang darurat, serta pendataan menyeluruh untuk memetakan kebutuhan lanjutan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi reformasi ketahanan pangan di masa tanggap darurat.
Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat rantai bantuan logistik ternak seiring meningkatnya kebutuhan di lapangan. Prioritasnya adalah menjaga kesehatan hewan, meminimalkan potensi kerugian tambahan, dan mempercepat pemulihan ekonomi warga terdampak setelah aktivitas Semeru kembali terkendali.
Dengan langkah ini, penanganan bencana tidak hanya berorientasi pada keselamatan, tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa setiap aset, termasuk ternak yang menjadi tumpuan banyak keluarga, mendapatkan perlindungan maksimal di tengah situasi darurat.(Az)







