Peristiwa Daerah

BI Optimis QRIS di Kaltim Meningkat Didukung Ekosistem Digital yang Matang

SAMARINDA, Netizens.id — Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) akan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2026 sebagaimana diproyeksikan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur.

BI sangat optimis, karena ini didukung oleh menguatnya ekosistem pembayaran digital, meningkatnya transaksi non-tunai, serta dukungan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Agus Taufik, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, menyampaikan bahwa pertumbuhan penggunaan QRIS diperkirakan meningkat dari seluruh sisi, baik volume transaksi, jumlah pengguna, maupun jumlah merchant.

“Perkiraan kami, dari sisi volume, jumlah pengguna, dan jumlah merchant akan terus tumbuh pada 2026. Ini sejalan dengan meningkatnya transaksi elektronifikasi dan semakin baiknya ekosistem digital berkat dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga perbankan,” ujar Agus Taufik saat ditemui usai menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Samarinda, Jumat malam (28/11/2025).

Ia menambahkan bahwa meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap layanan digital turut memperkuat proyeksi tersebut. “Akseptasi digital masyarakat semakin meningkat, termasuk elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang juga tumbuh pesat,” jelasnya.

Agus Taufik mengungkapkan bahwa pemerintah daerah di Kalimantan Timur, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, saat ini sudah berada pada level tertinggi dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

“Dalam beberapa tahun terakhir, seluruh Pemda di Kaltim sudah berada pada level digital,” tegasnya.

Namun begitu, ia menyebut bahwa sejumlah tantangan masih ditemui di wilayah rural, terutama Kabupaten Mahakam Ulu.

Menurutnya, meski Mahakam Ulu memiliki hambatan geografis dan infrastruktur, daerah tersebut tetap mampu mencapai level digital dalam ETPD.

“Walaupun memiliki tantangan lebih tinggi, Mahakam Ulu juga sudah berada pada level digital. PR kita adalah meningkatkan akseptasi digital masyarakat dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di sana,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur telekomunikasi. Program internet masuk desa yang diinisiasi pemerintah provinsi, menurutnya, menjadi langkah strategis.

“Program internet masuk desa yang menjangkau sekitar 841 desa merupakan langkah sangat baik untuk mendukung percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, termasuk layanan pembayaran digital seperti QRIS,” tambahnya.

Secara keseluruhan, BI optimistis ekosistem digital di Kalimantan Timur akan semakin matang pada 2026. Dukungan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, serta peningkatan literasi digital masyarakat dinilai akan mempercepat transformasi digital dan mendorong penggunaan QRIS secara lebih luas.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button