79 Kepala Desa dan Perangkat Desa Long Kali Ikuti Bimtek Perencanaan Pembangunan
SAMARINDA, Netizens.id – Sebanyak 79 orang, terdiri atas para Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser mengikuti Bimbingan Teknis untuk pengembangan kompetensi. Bimbingan Teknis difokuskan pada Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa (Perhitungan Rancana Anggaran Belanja/RAB), dan Pengadaan Barang dan Jasa di Desa.
Kegiatan berlangsung mulai tanggal 4 s.d 8 Desember 2025, bertempat di SwissBell Hotel Samarinda. Di tempat dan tanggal yang sama juga dilakukan Bimtek Peningkatan Kapasitas anggota Badan Permusyawaratan Desa se-Kecamatan Long Kali. Bimtek tersebut diikuti oleh 30 orang peserta.
Kegiatan tersebut dapat terlaksana atas kerja sama dan kolaborasi Lembaga Pelatihan Zaldi Institusi Indonesia dengan Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kecamatan Long Kali dan dukungan dari Camat Long Kali, M. Arfah.
M. Arfah, Camat Long Kali, pada saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara kegiatan Bimtek ini, memberikan apresiasi kepada semua pihak sehingga terselenggaranya kegiatan Bimtek bagi Perangkat Desa dan Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD.
“Melalui Bimtek ini diharapkan kompetensi para perangkat desa maupun kapasitas BPD mengalami peningkatan dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar M. Arfah.
Selama mengikuti bimbingan teknis, para peserta Bimtek Kepala Desa dan Perangkat Desa mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya.
Untuk Kelas Aparatur Desa, materi yang diberikan meliputi: Tata Cara Pembuatan Gambar Desain Konstruksi Jalan dan Jembatan Sederhana; Tata Cara Perhitungan RAB Bangunan Sederhana; Tata Cara Perhitungan RAB Jalan/Jembatan Sederhana; Penjelasan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Desa sesuai Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2020; Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa untuk Kegiatan Non-Fisik; Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa untuk Kegiatan Fisik.
Instruktur atau fasilitator Bimtek bagi perangkat desa, antara lain Ikhwanuddin, ST., Tenaga Ahli Teknik Sipil yang sudah lama bergelut melakukan pendampingan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga contoh pembuatan gambar dan desain konstruksi jalan/jembatan sederhana serta Tata Cara Perhitungan RAB bangunan sederhana maupun RAB jalan/jembatan sederhana memang sudah sering ia lakukan. Ikhwanuddin dibantu fasilitator yang lain, yaitu Muhammad Mizzamy Anshary, ST., pendamping desa pemberdayaan dari Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ikhwanuddin memberikan pandangan bahwa pemahaman peserta terkait teknik sipil tentang konsep RAB masih kurang, sehingga daya serapnya kurang maksimal. Karena itu, pelatihan harus ditingkatkan pada tahap 2 tentang penyusunan RAB dan desain.
Selain itu, ke depan, ia berharap waktu pelatihan RAB bisa diperpanjang, karena tidak cukup untuk membahas semua materi. Peserta juga tidak semuanya membawa perangkat laptop dalam pelatihan. Ke depan disarankan semua peserta membawa laptop, sehingga memudahkan proses pembelajaran.
Pada hari ketiga, terkait dengan materi Pengadaan Barang dan Jasa, sebagai narasumber adalah Andi Muhammad Arpan, ST., M.M. Ia merupakan Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Kaltim, yang memang memiliki kualifikasi mumpuni terkait dengan pengadaan Barang dan Jasa. Bahkan, ia sering diminta menjadi Saksi Ahli pada persidangan di pengadilan, terkait kasus hukum pengadaan barang dan jasa untuk wilayah Kalimantan.
Ketika ditanyakan tentang evaluasi pelaksanaan kegiatan, fasilitator Pengadaan Barang dan Jasa, Andi M. Arpan, berharap Peraturan Bupati Paser Nomor 48 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa agar segera diperbarui, sehingga tidak terlalu membebani perangkat desa di dalam melaksanakan peng-SPJ-an. Apalagi Perbub tersebut telah berusia 5 tahun sejak ditetapkan. Jadi saatnya melakukan penyesuaian dengan hal-hal yang baru.
Sedangkan peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD dipandu langsung oleh Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi. Jauhar yang pernah menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur selama 8 (delapan) tahun memiliki pengalaman panjang di bidang pembinaan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Jauhar juga pernah menjadi Camat Kepala Wilayah Babulu dan Penajam, tentu tidak asing lagi dengan tugas-tugas BPD. Jauhar juga menyarankan ke depan agar peserta peningkatan kapasitas BPD juga bisa membawa laptop masing-masing (walaupun agak kesulitan), karena bukan perangkat desa, sehingga bisa praktik menyusun Peraturan di Desa.
Menanggapi usulan para fasilitator, Muhammad Rizal, pimpinan Lembaga Pelatihan Zaldi Institusi Indonesia, menyambut baik usulan tersebut untuk mengingatkan peserta agar membawa laptop masing-masing agar pelaksanaan Bimtek berjalan lebih optimal, serta mempertimbangkan durasi waktu pelatihan bisa diperpanjang, sehingga cukup waktu untuk pendalaman materi.
Lebih lanjut, Muhammad Rizal mengucapkan terima kasih kepada Ketua BKAD Kecamatan Long Kali, Sahman, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Putang, dan Ketua APDESI Kecamatan Long Kali, Kris Setio Adi, yang juga sebagai Kepala Desa Mendik Makmur dan seluruh peserta Bimbingan Teknis, baik para Kepala Desa, Perangkat Desa maupun anggota BPD atas kepercayaan yang diberikan kepada Zaldi Institusi Indonesia untuk memfasilitasi kegiatan Bimtek.
Merespons hal tersebut, Sahman selaku Ketua BKAD Kecamatan Long Kali meminta maaf atas nama Pemerintah Desa maupun BPD serta mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Zaldi Institusi Indonesia yang telah memfasilitasi kegiatan Bimtek ini. Lebih lanjut, ia berharap Bimtek seperti ini dapat diadakan lagi setiap tahun anggaran untuk meningkatkan SDM para perangkat desa, BPD, dan Kelembagaan Desa, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Kris Setio Adi, Ketua APDESI Kecamatan Long Kali, sangat mendukung atas terlaksananya ini dan berharap ada kelanjutan tahun berikutnya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera). “Olo Manin Aso Buen Si Olo Endo (Hari Esok Lebih Baik Daripada Hari Ini),” ujarnya.
Hadir mendampingi para peserta Bimtek, Sutriadi, mewakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Long Kali serta Pendamping Desa Kecamatan Long Kali, Qomariyah.
Sebagai Pendamping Desa, Qomariyah berharap para peserta dapat memahami materi yang disampaikan oleh para fasilitator dan bisa diterapkan di desa masing-masing, terutama pada tahapan perencanaan pembangunan.(*/mn)







