Opini
Bahaya Kezaliman, Sebuah Kebatilan yang Menghilangkan Kebenaran

oleh: Endro S. Efendi
SESUATU yang sering kali berbeda dari apa yang kita bayangkan tentang azab pada hari-hari yang berat itu. Kita berada dalam Islam, namun jika seseorang menempuh jalan menzalimi hamba-hamba Allah, maka akibatnya akan ia lihat sendiri. Kezaliman itu tampak sepele di awal, namun berkembang dan menyeret pelakunya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya menjerumuskannya ke dalam kebinasaan.
Kezaliman adalah kebatilan yang menghilangkan kebenaran, mendatangkan mudarat, dicatat sebagai dosa, dan tidak akan dibiarkan begitu saja. Ia mencakup darah, harta, dan kehormatan.
Telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ sabdanya:
“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram (untuk dilanggar) atas kalian, sebagaimana haramnya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini.”
Dan dari Nabi ﷺ pula, beliau bersabda tentang orang yang bangkrut (al-muflis):
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab, “Orang bangkrut di antara kami adalah yang tidak memiliki dirham dan harta.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa, dan zakat, namun ia datang dalam keadaan pernah mencaci orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang itu, dan memukul orang ini. Maka diberikanlah kepada mereka dari kebaikannya. Jika kebaikannya habis sebelum selesai membayar kezalimannya, maka diambil dosa-dosa mereka lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.”
Renungkanlah—semoga Allah merahmati kalian—orang ini datang dengan shalat, zakat, dan puasa; ia telah membawa rukun-rukun Islam dan kebaikan sebanyak gunung, ia mengira semua itu akan menyelamatkannya. Namun karena ia datang dengan membawa kezaliman terhadap hamba-hamba Allah, maka akhirnya ia masuk neraka.
Kezaliman terhadap hak-hak manusia adalah perkara besar dan sangat berat. Hak-hak manusia tidak akan diampuni begitu saja, karena ia adalah hak khusus, dan hak-hak manusia dibangun di atas tuntutan dan perhitungan, bukan atas kelonggaran.
Karena itu para ulama berkata:
“Jika engkau bertemu Allah dengan dosa antara engkau dan Allah, itu lebih ringan dibanding engkau bertemu-Nya dengan satu dosa yang berkaitan dengan hak manusia.”
Disebutkan pula:
“Engkau bisa menemukan seseorang yang tidak dikenal banyak shalat, puasa, zikir, atau doa, namun ia menjaga diri dari menyakiti manusia. Dan engkau bisa menemukan seseorang yang rajin ibadah, namun ia meremehkan hak-hak manusia.”
Dosa terbagi menjadi tiga:
1.Dosa yang tidak akan diampuni Allah sama sekali, yaitu syirik.
2.Dosa yang tidak akan dibiarkan Allah tanpa balasan, yaitu kezaliman antar sesama manusia.
3.Dosa yang berada antara hamba dengan Rabb-nya.
Wahai orang yang zalim, wahai orang yang melampaui batas terhadap manusia, tidak ada penolong bagimu selain Allah. Jangan meremehkan hak manusia. Bisa jadi kematian datang, lalu Allah mempertemukan kalian berdua untuk menegakkan keadilan-Nya.
Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk berhati-hati dari kezaliman di dunia sebelum menghadap Rabb semesta alam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik terkait kehormatan atau sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta kehalalan (maaf) darinya hari ini, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal shalih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya. Jika tidak memiliki kebaikan, akan diambil dosa-dosa saudaranya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari)
Dan beliau ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengatakan tentang seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, Allah akan menahannya di lumpur neraka pada hari kiamat hingga ia keluar dari apa yang ia katakan.” (HR. Abu Dawud)
Maka berhati-hatilah wahai hamba-hamba Allah. Berhati-hatilah dari menyakiti manusia, dari ucapan, tulisan, tuduhan, ghibah, fitnah, dan kezaliman—termasuk yang tersebar di media sosial berupa hinaan, adu domba, kebencian, dan kerusakan. Semua itu adalah bentuk kezaliman yang nyata.
Segeralah sadar sebelum terlambat. Beramallah sebelum datang hari di mana semua perselisihan akan dikumpulkan di hadapan Allah, Sang Maha Adil.
Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan Al-Qur’an dan Sunnah, memberi kita pemahaman, dan mengampuni aku, kalian, serta seluruh kaum muslimin dari segala dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya dan bertaubatlah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(*)
(disarikan dari Khutbah Syaikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Besar Masjidil Haram pada Jum’at, 26 Desember 2025 M / 6 Rajab 1447 H, oleh penulis Muthawif dari Travel Haji dan Umrah Sultanah).



