Peristiwa Daerah

Polda Kaltara Dalami Dugaan Percobaan Pemerkosaan Perawat RSUD

TANJUNG SELOR, Netizens.id – Riuh rendah koridor RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara biasanya hanya berisi suara langkah kaki atau gesekan roda brankar. Namun, bagi RJ, seorang perawat yang tengah mengabdi di sana, Senin dini hari di pertengahan Januari lalu menjadi memori kelam yang sulit dihapus dari ingatan.

Ditreskrimum Polda Kalimantan Utara kini tengah mendalami kasus dugaan percobaan pemerkosaan yang menimpa RJ. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltara, Kombes Pol Yudhistira Midyahwan, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi saat korban dan terlapor berada dalam satu jadwal piket malam yang sama.

Semua bermula pada Minggu malam (18/1/2026). Sesuai jadwal, RJ bersiap menjalankan tugas di Ruang Daisy lantai 2. Sebelum memulai sif panjangnya, RJ sempat mengonsumsi sebutir obat flu untuk meredakan kondisi tubuhnya yang kurang fit.

Memasuki pukul 02.00 WITA, Senin dini hari, rasa kantuk menjalar. RJ memutuskan untuk beristirahat sejenak di ruang perawat. Dalam lelap yang tenang, ia tak menyadari bahwa bahaya tengah mengintai di balik pintu ruang istirahat tersebut.

Tepat pukul 03.00 WITA, RJ terjaga secara paksa. Ia merasakan sentuhan di tubuhnya. Saat kelopak mata terbuka, suasana tenang itu berubah menjadi teror.

“Ketika korban membuka mata, ia melihat terlapor sudah berada di atas tubuhnya,” ujar Kombes Pol Yudhistira saat memaparkan kronologi kepada awak media, Sabtu (7/3/2026).

RJ mendapati seragam perawatnya sudah tersingkap, begitu pula dengan pakaian dalamnya. Perlawanan spontan dilakukan dengan mendorong pelaku. Namun, tenaga pelaku lebih kuat. Tangan kanan RJ dicengkeram, sementara tangan kirinya ditahan menggunakan lutut pelaku. Dalam posisi tak berdaya itu, pelaku diduga melakukan berbagai tindakan asusila dan berupaya melakukan hubungan badan secara paksa.

KETUKAN PINTU YANG MENYELAMATKAN

Aksi brutal tersebut baru terhenti sekitar pukul 03.30 WITA. Takdir seolah mengirimkan pertolongan lewat tangan seorang keluarga pasien berinisial RS yang mengetuk pintu ruang perawat dari luar.

“Saat ada keluarga pasien yang mengetuk, pelaku langsung berdiri dan tampak terburu-buru merapikan pakaiannya sebelum keluar menemui saksi tersebut,” jelas Yudhistira.

RJ yang terguncang hebat hanya bisa terdiam. Rasa takut dan malu menyelimuti dirinya hingga ia tak sanggup langsung berteriak minta tolong. Saat sif berakhir pukul 07.00 WITA, ia mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan rumah sakit melalui pintu belakang, menghindari kontak dengan siapa pun.

Langkah Menuju Keadilan

Butuh waktu bagi RJ untuk mengumpulkan keberanian. Dua jam setelah meninggalkan rumah sakit, ia menghubungi rekannya, AS, untuk menceritakan beban yang dipikulnya. Ia juga mencari perlindungan dengan berkonsultasi ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bulungan.

Setelah memantapkan hati, RJ akhirnya melangkah ke Mapolda Kaltara untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi pada Kamis (22/1/2026).

Dunia medis Tanjung Selor kini menanti keadilan bagi RJ, berharap ruang-ruang perawatan kembali menjadi tempat yang aman bagi mereka yang mendedikasikan hidup demi kesembuhan orang lain.

Kini, kasus tersebut tidak lagi sekadar laporan di atas kertas. Polda Kaltara telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

“Perkara ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan dan saat ini terus didalami. Kami memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan serius, serta memberikan perlindungan penuh kepada korban,” pungkas Kombes Pol Yudhistira.(*/mn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button