AP3K-Kaltim Selamat dari Bayang-Bayang PHK 2027, Jajaran Pengurus Audiensi dengan Wagub Seno Aji
SAMARINDA — Organisasi Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Provinsi Kalimantan Timur (AP3K-KT) terus bergerak memperkuat posisinya. Ketua AP3K-KT Fadil Anwar, yang juga bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, bersama Sekretaris Boby Gian Darmawan memimpin rombongan pengurus dalam pertemuan penting dengan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Kantor Gubernur Kaltim.
Audiensi yang digelar Kamis, 20 Agustus 2026 itu juga dihadiri dua penasehat asosiasi, yaitu Jauhar Efendi selaku Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, dan Muhammad Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.
Menurut Fadil, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari surat permohonan resmi yang telah diajukan sejak 4 Agustus 2026 kepada Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji. Ia menyebut bahwa dari kedua pucuk pimpinan daerah tersebut, baru Wakil Gubernur yang memberi tanggapan. Fadil berharap ke depannya pihaknya juga bisa bertemu langsung dengan Gubernur Rudy Mas’ud guna mendapat arahan mengenai kelangsungan organisasi.
Berawal dari Tulisan yang Viral
Dalam pertemuan tersebut, Jauhar Efendi menceritakan kembali cikal bakal kepedulian terhadap nasib pegawai berstatus kontrak ini. Perjuangan asosiasi bermula dari opininya yang dimuat di SKH Tribun Kaltim pada 29 Maret 2026, mengangkat isu ancaman PHK massal bagi ASN berstatus PPPK pada 2027 akibat menyusutnya Transfer ke Daerah (TKD).
Tulisan itu menyoroti besarnya beban belanja pegawai di sejumlah daerah — di antaranya Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat — yang telah melampaui batas 30 persen dari APBD, sekaligus ancaman kebijakan efisiensi fiskal yang mengintai para PPPK.
Desakan dan masukan dari berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil. Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Keuangan memutuskan melonggarkan formula perhitungan belanja pegawai, sehingga potensi gelombang PHK massal PPPK yang sempat dikhawatirkan terjadi pada 2027 pun berhasil dicegah.
PPPK Kini Mendominasi ASN Kaltim
Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim, Yuli Fitriyanti, yang ikut mendampingi Wagub, memaparkan data terbaru komposisi ASN di lingkungan Pemprov Kaltim. Berdasarkan data 2025, total ASN Kaltim tercatat sebanyak 20.900 orang, terdiri dari 9.295 PNS dan 11.605 PPPK — selisih 2.310 pegawai yang menempatkan PPPK sebagai kelompok mayoritas.
Yuli menegaskan bahwa dengan jumlah sebesar itu, keberadaan PPPK tidak bisa lagi dipandang remeh. BKD, katanya, akan terus berkomitmen meningkatkan kompetensi PPPK agar setara dengan PNS dalam memberikan pelayanan publik, dan menyambut positif kehadiran AP3K-KT sebagai wadah pembinaan pegawai.
Pesan Wagub: ASN Harus Melayani, Bukan Dilayani
Wakil Gubernur Seno Aji mengapresiasi terbentuknya AP3K-KT, yang secara resmi dilantik pada momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, di Samarinda. Ia berpesan agar para PPPK tetap berfokus menjalankan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat, dengan menegaskan bahwa ASN — termasuk PPPK — harus melayani, bukan sebaliknya.
Seno juga mendorong para pegawai untuk aktif mengembangkan potensi diri, termasuk terjun ke sektor UMKM di luar jam kerja, selama tidak mengganggu tugas pokok mereka sebagai abdi negara.
Diwarnai Turnamen E-Sport
Sebagai bentuk nyata soliditas organisasi, AP3K-KT langsung menggelar Pupuk Kaltim ASN e-Sport Tournament 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Samarinda Creative Hub (bekas Bandara Temindung).
Turnamen game sepak bola PES/e-Football ini diikuti sekitar 40 peserta dan terselenggara berkat kerja sama dengan PT Pupuk Kaltim, Bankaltimtara, dan Komunitas PES setempat. Acara dibuka secara resmi oleh Penasehat AP3K-KT Jauhar Efendi pukul 13.00 Wita, dan ditutup pada malam harinya oleh Muhammad Faisal yang sekaligus menyerahkan trofi kepada para juara.
Selain sebagai ajang hiburan dan penyaluran bakat digital, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat kolaborasi positif antarsesama Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.(mje/mn)







