Ramah Lingkungan dan Tahan Gempa, Perkim Kutim Kembangkan Rumah Kontainer sebagai Model RLH Baru
KUTAI TIMUR – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur mulai mengembangkan model rumah kontainer sebagai salah satu alternatif pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di daerah tersebut, sejalan dengan program nasional infrastruktur hijau yang ramah lingkungan..
Kepala Dinas Perkim Kutai Timur, Ahmad Iip Makruf, menjelaskan pemilihan model rumah kontainer didasari sejumlah pertimbangan teknis dan lingkungan. “Ini kan program nasional infrastruktur hijau ramah lingkungan. Apalagi kayu sekarang kan susah,” katanya.
Ia menyebut rumah kontainer memiliki sejumlah keunggulan dibanding rumah konvensional berbahan kayu maupun beton, di antaranya proses pembangunan yang lebih cepat, ketahanan terhadap guncangan gempa, daya tahan material yang lebih lama, serta kemampuan menahan suhu panas yang lebih baik meski berada di wilayah dengan iklim tropis dan musim kemarau seperti Kutai Timur.
Perkim Kutim disebut telah membangun unit percontohan rumah kontainer di kawasan Teluk Lombok, ada juga sampel yang ditempatkan di Kantor Perkim, tepatnya di sebelah bangunan musala kantor tersebut, sebagai contoh nyata sebelum model ini direplikasi lebih luas ke lokasi-lokasi lain. Nilai pembangunan satu unit rumah kontainer ini berkisar Rp115 juta.
Iip menegaskan model rumah kontainer ini menjadi salah satu inovasi Perkim dalam menjawab tantangan keterbatasan pasokan material kayu yang semakin sulit didapat, sekaligus mendukung target pembangunan RLH yang lebih efisien dari sisi waktu pengerjaan dibanding metode konstruksi konvensional.
“Konsep rumah kontainer sebagai solusi perumahan cepat bangun dan tahan lama ini juga telah diterapkan di sejumlah daerah lain di Indonesia sebagai referensi, dengan Kutai Timur turut mengadopsi model serupa sebagai bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak bagi warga yang membutuhkan, termasuk bagi korban kebakaran yang direlokasi di Kecamatan Batu Ampar pada tahun ini,” terangnya. (Adv-kominfo/Q)







