Advertorial

Bupati Ardiansyah Sulaiman dan H Isran Noor Memimpin Acara Silaturahmi dan Halal Bihalal yang Mengharukan

KUTAI TIMUR – Suara merdu ayat suci Al-Quran mengisi ruang masjid Nur Ikhlas, Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, saat digelar pengajian akbar dan halal bihalal. Acara yang melibatkan masyarakat dari tiga kecamatan, yakni Muara Wahai, Kombeng, dan Telen, sukses menarik ribuan jemaah untuk hadir dan turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Hadir dalam acara ini bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga para Camat, unsur Forkopimcam, serta tokoh agama dan masyarakat, yang turut meramaikan suasana. Tema yang diangkat adalah “Mari Kita Memperkokoh Silaturahmi dan Tebarkan Maaf, Sucikan Hati Dalam Indahnya Kebersamaan,” yang menggugah hati dan pikiran semua yang hadir. (28/04/2024)

Keberadaan Bupati Kutai Timur (Kutim), H Ardiansyah Sulaiman, beserta Istri Ny Hj Siti Robiah, memberikan warna tersendiri pada acara tersebut. Masyarakat juga mengundang sosok mantan Bupati Kutim dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Isran Noor, sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam membangun daerah.

Diketahui bahwa Isran Noor dan Ardiansyah Sulaiman pernah memimpin Kabupaten Kutim hampir dua periode sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan sebagai landasan utama kemajuan pembangunan di Kabupaten Kutim. Ia meyakini bahwa keberagaman etnis dan agama di Kutim adalah kekuatan yang harus dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembangunan.

“Mari kita terus menjaga kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Kutai Timur yang kita cintai ini,” ajak Ardiansyah.

Sementara itu, H Isran Noor menguraikan makna dan manfaat yang terkandung dalam silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi bukan hanya sekadar ritual, namun juga sarana untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Ia mengajak seluruh hadirin untuk merangkul kebaikan dan saling memaafkan, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

Tak ketinggalan, KH Nurhadi hadir untuk memberikan hikmah melalui tausiyah tentang makna halal bihalal di bulan Syawal. Dalam penuturannya, ia mengajak jemaah agar senantiasa memaknai halal bihalal sebagai momentum suci untuk memaafkan, mempererat silaturahmi, dan berbuat baik kepada sesama.

Dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, pengajian akbar dan halal bihalal di masjid Nur Ikhlas, Wanasari, berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Semua pihak berharap kebersamaan dan kebaikan yang dipupuk dalam acara ini akan terus membawa berkah dan kemajuan bagi daerah.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button